Cara Menentukan Harga Jual Produk untuk UMKM
Tim Editorial
Tim editorial Cara Menghasilkan Uang yang berdedikasi membantu Anda menemukan cara terbaik menghasilkan uang dari internet.

Harga Terlalu Murah = Rugi. Terlalu Mahal = Tidak Laku.
Menentukan harga jual adalah skill paling penting dalam bisnis. Harga yang tepat memastikan kamu untung sekaligus kompetitif.
Rumus Dasar Harga Jual
Harga Jual = Total Biaya + Margin
Hitung Total Biaya Dulu
| Jenis Biaya | Contoh |
|---|---|
| Biaya bahan baku | Rp 20.000/item |
| Biaya packaging | Rp 3.000/item |
| Biaya kirim (ditanggung kamu) | Rp 5.000/item |
| Biaya operasional per item | Rp 2.000 (listrik, gas, dll) |
| Total biaya per item | Rp 30.000 |
Tentukan Margin
| Margin | Harga Jual | Profit/Item |
|---|---|---|
| 30% | Rp 39.000 | Rp 9.000 |
| 50% | Rp 45.000 | Rp 15.000 |
| 100% | Rp 60.000 | Rp 30.000 |
Minimal margin: 30% (untuk cover biaya tak terduga dan re-invest).
5 Strategi Pricing untuk UMKM
1. Cost-Plus Pricing
Hitung biaya → tambah margin. Paling simpel dan aman. Cocok untuk: produk fisik dengan biaya jelas.
2. Competitive Pricing
Lihat harga kompetitor → posisikan harga-mu.
- Sedikit di bawah = menarik pembeli baru
- Sama = bersaing di kualitas/layanan
- Di atas = harus ada nilai tambah (branding, kualitas)
3. Value-Based Pricing
Harga berdasarkan nilai yang dirasakan customer, bukan biaya produksi. Contoh: Jasa desain biaya Rp 0 (skill), tapi jual Rp 500K karena value tinggi bagi klien.
4. Bundle Pricing
Gabung beberapa produk, jual dengan harga paket. Contoh: 3 botol sambal Rp 80.000 (satuan Rp 30.000 × 3 = Rp 90.000).
5. Penetration Pricing
Harga rendah di awal untuk menarik pelanggan → naikkan bertahap. Cocok untuk: launching produk baru.
Kesalahan Pricing yang Sering Terjadi
❌ Lupa hitung biaya sendiri sebagai cost — waktu kamu = cost ❌ Harga terlalu murah karena takut tidak laku — ini jalan menuju bangkrut ❌ Tidak pernah naikkan harga — inflasi biaya naik, harga jual harus ikut ❌ Copy harga kompetitor tanpa hitung sendiri — mereka mungkin punya cost berbeda ❌ Diskon terlalu sering — customer jadi tidak mau beli di harga normal
Kapan Boleh Naikkan Harga?
- ✅ Biaya bahan naik
- ✅ Kualitas produk meningkat
- ✅ Demand lebih tinggi dari supply
- ✅ Brand sudah mulai dikenal
- ✅ Feedback customer positif dan stabil
Langkah Pertama Hari Ini
- Hitung biaya per item produkmu (detail)
- Tentukan target margin (minimal 30%)
- Cek harga kompetitor
- Set harga jual
- Review setiap 1–3 bulan
Baca Juga
Dapatkan Tips Menghasilkan Uang Gratis
Bergabung dengan ribuan pembaca kami. Dapatkan tips bisnis online, strategi penghasilan, dan panduan terbaru langsung ke inbox kamu.
Artikel Terkait

UMKM Go Digital: Panduan Transformasi Bisnis ke Online
Panduan lengkap UMKM go digital. Dari offline ke online, langkah demi langkah untuk membawa usaha kecil ke dunia digital.

Cara Menentukan Harga Jual dan Margin yang Sederhana
Panduan simpel menentukan harga jual dan menghitung margin untuk UMKM pemula. Rumus yang mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan.

Bisnis Digital yang Cocok untuk UMKM Lokal
Panduan bisnis digital yang cocok untuk UMKM di Indonesia. Cara memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha kecil secara efektif.