Jawaban singkat
Poin penting
- WFH, WFA, dan hybrid menggambarkan lokasi kerja karyawan. Remote dan freelance menggambarkan hubungan kerja.
- Karyawan yang WFH tetap digaji perusahaan. Freelancer dibayar per proyek dan penghasilannya tidak tetap.
- Kerja dari rumah tidak otomatis berarti penghasilan baru: kamu perlu pemberi kerja atau klien dulu.
- Lowongan yang meminta uang di depan bukan kerja di rumah, itu ciri penipuan.
- Semua penghasilan, termasuk dari rumah, tetap perlu dilaporkan di SPT Tahunan.
Orang mengetik "kerja di rumah namanya apa" karena istilahnya memang campur aduk: WFH, WFA, remote, freelance, work online. Artikel ini merapikannya, lalu membantu kamu menentukan yang mana yang kamu butuhkan. Info resmi dicek pada 29 Oktober 2026.
Istilah kerja di rumah dan artinya
Dua pertanyaan membedakan semua istilah ini: di mana kamu bekerja dan siapa yang membayar kamu.
| Istilah | Arti singkat | Siapa yang membayar |
|---|---|---|
| WFH (work from home) | Kerja dari rumah, biasanya untuk kantor yang sudah ada | Perusahaan, lewat gaji |
| WFA (work from anywhere) | Kerja dari mana saja: rumah, kafe, kota lain | Perusahaan, lewat gaji |
| WFO (work from office) | Kerja di kantor | Perusahaan, lewat gaji |
| Hybrid | Gabungan WFO dan WFH/WFA dengan jadwal tertentu | Perusahaan, lewat gaji |
| Kerja remote | Posisi yang memang tidak terikat kantor | Satu pemberi kerja, kontrak atau gaji |
| Freelance | Menjual jasa ke banyak klien | Klien, per proyek |
Rukita, dalam artikelnya tentang hybrid, WFA, WFH, dan WFO, menjelaskan WFH sebagai bekerja dari rumah atau tempat nyaman lain, dan hybrid sebagai gabungan kerja kantor dengan kerja dari rumah. Artikel ini menambahkan satu hal yang jarang dibahas: bagaimana penghasilanmu berbeda di tiap istilah.
Apa bedanya WFH, WFA, remote, dan freelance?
WFH dan WFA adalah kebijakan kantor. Kamu sudah punya pekerjaan, lalu perusahaan mengizinkanmu bekerja dari rumah (WFH) atau dari mana saja (WFA). Gajimu tetap, jam kerja biasanya mengikuti kantor.
Kerja remote berarti posisi itu dari awal tidak punya kantor. Kamu dilamar, diwawancara, dan bekerja sepenuhnya online. Kalau kamu belum punya pekerjaan dan mau mencari yang seperti ini, baca panduan remote work untuk pemula.
Freelance berbeda lagi. Direktorat Jenderal Pajak mendefinisikan freelancer sebagai seseorang yang bekerja sendiri, tidak terikat jam kerja, dan biasanya punya keahlian tertentu. Penghasilannya bergantung pada volume dan nilai pekerjaan, jadi tidak menentu tiap bulan. Penjelasan lebih lengkap ada di kerja freelance adalah.
Contoh pekerjaan di rumah, menurut jenisnya
| Kamu... | Istilah yang pas | Contoh pekerjaan |
|---|---|---|
| Sudah jadi karyawan, kantor mengizinkan | WFH / WFA / hybrid | Admin, akuntan, marketing, programmer |
| Melamar posisi tanpa kantor | Kerja remote | Customer support, content writer, virtual assistant |
| Menjual keahlian ke banyak klien | Freelance | Desain, penulisan, edit video, terjemahan |
| Jualan barang sendiri dari rumah | Usaha / jualan online | Reseller, dropship, makanan rumahan |
Kalau kamu sedang mencari ide konkret dan belum punya pekerjaan, mulai dari kerja online dari rumah untuk pemula atau kerja freelance dari rumah. Kalau waktumu terbatas, ada kerja online part time dari rumah.
Baca jugaKerja online dari rumah untuk pemulaPilihan pekerjaan yang realistis kalau kamu mulai dari nol.Berapa gaji kerja di rumah?
Tidak ada satu angka untuk semua. Gaji WFH sama dengan gaji posisinya di kantor. Penghasilan freelance bergantung pada klien dan tarifmu. Karena itu, hitung dari lowongan atau proyek nyata, bukan dari rentang umum di internet.
Satu hal yang bisa kamu hitung sendiri adalah hemat biaya kerja. Contoh ilustrasi (bukan data, hanya asumsi): karyawan yang pulang-pergi naik ojek online dan makan siang di dekat kantor.
| Asumsi | Per hari | 20 hari kerja |
|---|---|---|
| Transport pulang-pergi | Rp40.000 | Rp800.000 |
| Makan siang di luar | Rp30.000 | Rp600.000 |
| Makan siang masak sendiri | Rp15.000 | Rp300.000 |
Kalau pola ini berubah jadi WFH penuh, selisihnya sekitar Rp1.100.000 per bulan (Rp800.000 transport + Rp300.000 selisih makan). Angka ini perlu dikurangi tambahan listrik dan kuota internet di rumah, yang berbeda tiap orang.
asumsi di atas
belum termasuk listrik dan kuota
Sumber: contoh ilustrasi dari asumsi di artikel, bukan data resmi
Jangan baca angka ini sebagai penghasilan baru. Ini hanya pengeluaran yang berkurang, dan itu pun bukan jaminan.
Mana yang cocok untukmu? Cek dulu
Cek status kerjamu
0/5Syarat dasar kerja dari rumah
Apa pun istilahnya, kebutuhan dasarnya hampir sama:
Siapkan perangkat dan internet yang stabil
Laptop atau HP yang cukup untuk pekerjaanmu, plus koneksi yang tidak putus saat rapat online.Tentukan jam kerja dan sudut kerja
Tanpa jadwal, pekerjaan di rumah mudah tercampur dengan urusan rumah. Tulis jam mulai dan selesai.Cari sumber penghasilan yang jelas
Lamar lowongan di platform resmi seperti aplikasi SIAPkerja milik Kemnaker, atau mulai cari klien freelance.Catat penghasilan sejak awal
Simpan bukti pembayaran. Kamu akan membutuhkannya saat melapor pajak.
Pajak penghasilan dari kerja di rumah
Penghasilan dari kerja di rumah tetap penghasilan. Menurut penjelasan Direktorat Jenderal Pajak, penghasilan freelancer bisa dipotong PPh Pasal 21 atau Pasal 26 oleh pengguna jasa, kalau pengguna jasa itu pemotong pajak. Kalau tidak dipotong, kamu menghitung dan membayar sendiri sebelum melapor. Pelaporan dilakukan lewat SPT Tahunan, paling lambat akhir Maret tahun berikutnya untuk tahun pajak kalender.
Aturan tarif dan norma bisa berubah, jadi cek ketentuan terbaru di pajak.go.id atau tanyakan ke KPP terdekat. Panduan keuangan praktis ada di keuangan freelancer dan cashflow.
Hati-hati penipuan "kerja di rumah"
Jika tidak berhasil
Jika tidak berhasil
Kantor tidak mengizinkan WFH
Kemungkinan penyebab: Kebijakan perusahaan atau jenis pekerjaan yang butuh kehadiran
Solusi: Ajukan jadwal hybrid dengan alasan dan target kerja yang jelas, atau cari posisi remote.
Sudah melamar banyak lowongan remote tapi tidak dibalas
Kemungkinan penyebab: CV umum dan tanpa portofolio
Solusi: Pilih satu posisi, sesuaikan CV dan siapkan 3 contoh karya.
Penghasilan freelance tidak menentu
Kemungkinan penyebab: Klien belum tetap
Solusi: Sisihkan dana cadangan dan cari klien berulang, bukan hanya proyek sekali jalan.
Sulit fokus bekerja di rumah
Kemungkinan penyebab: Tidak ada batas jam dan ruang kerja
Solusi: Tetapkan jam kerja tetap dan satu sudut khusus untuk bekerja.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa bedanya WFH dan WFA? WFH berarti kerja dari rumah. WFA berarti kerja dari mana saja, termasuk rumah, kafe, atau kota lain, selama pekerjaan selesai dan koneksi memadai.
Freelance itu kerjanya apa? Freelancer menjual jasa secara mandiri ke satu atau banyak klien, tanpa terikat jam kerja. Contohnya penulis, desainer, editor video, dan penerjemah.
Berapa gaji WFH? Gaji WFH mengikuti gaji posisinya di perusahaan. Untuk freelance, penghasilan bergantung pada tarif, jumlah klien, dan jam berbayar, jadi tidak ada angka pasti.
Apakah kerja di rumah sama dengan kerja online? Tidak selalu. Kerja di rumah menyebut lokasi. Kerja online menyebut pekerjaan yang dilakukan lewat internet, dan bisa dikerjakan dari mana saja.
Apakah penghasilan dari kerja di rumah kena pajak? Ya, penghasilan tetap perlu dilaporkan di SPT Tahunan. Besar pajaknya bergantung pada jenis penghasilan dan ketentuan terbaru.
Baca juga
- Remote Work untuk Pemula di Indonesia
- Kerja Freelance Adalah: Arti dan Contohnya
- Cara Memulai Freelance
- Semua artikel kerja online
Sumber
- DJP: Kewajiban Perpajakan Freelancer · diakses 29 Oktober 2026
- Kementerian Ketenagakerjaan RI: aplikasi SIAPkerja · diakses 29 Oktober 2026
- Rukita: Perbedaan Hybrid Working, WFA, WFH, dan WFO · diakses 29 Oktober 2026



