Jawaban singkat
Poin penting
- "Setiap hari" artinya ada penjualan setiap hari, bukan omzet besar sekali jalan. Pilih produk yang dibeli berulang.
- Hitung titik impas harian sebelum beli bahan atau alat.
- Hari sepi pasti ada. Pakai rata-rata, bukan hari paling ramai.
- Uang masuk tiap hari belum tentu untung. Pisahkan uang usaha dari uang pribadi.
- Semua angka di artikel ini contoh ilustrasi dari asumsi yang ditulis jelas, bukan hasil usaha nyata.
Artikel ini membantu kamu memilih usaha sampingan yang uangnya masuk harian, lengkap dengan rumus titik impas dan contoh hitungan dalam Rupiah yang bisa kamu ganti dengan angkamu sendiri.
Usaha apa yang uangnya benar-benar masuk tiap hari?
Daftar "10 usaha setiap hari" di internet biasanya hanya menyebut nama usaha. Yang jarang dijelaskan: usaha harian punya tiga ciri yang sama.
| Ciri | Kenapa penting | Contoh |
|---|---|---|
| Dibeli berulang | Pelanggan yang sama kembali tiap minggu | Kopi, air isi ulang, sarapan |
| Harga satuan kecil | Orang beli tanpa banyak pikir | Gorengan, es teh, snack |
| Modal bahan kecil per hari | Rugi satu hari tidak menghabiskan modal | Jajanan, minuman, jasa |
Usaha yang pelanggannya jarang kembali (misalnya jual furnitur) bisa untung per transaksi, tapi tidak masuk uang tiap hari. Kalau kamu belum punya ide, lihat dulu daftar usaha modal kecil untuk pemula atau usaha modal Rp500 ribu.
Rumus titik impas harian
Sebelum mulai, jawab satu pertanyaan: berapa unit yang harus laku supaya hari itu tidak rugi?
- Untung per unit = harga jual − modal bahan per unit
- Biaya tetap harian = tempat/titip lapak, gas, listrik, es, ongkos kemasan yang tidak ikut jumlah jual
- Titik impas = biaya tetap harian ÷ untung per unit (bulatkan ke atas)
Di bawah titik impas kamu rugi. Di atasnya, tiap unit tambahan adalah untung sebelum ongkos waktumu.
Contoh hitungan tiga usaha harian (ilustrasi)
Asumsi di bawah dibuat untuk contoh. Ganti dengan harga bahan dan harga jual di kotamu.
| Usaha | Asumsi | Titik impas/hari | Untung bersih 1 hari contoh |
|---|---|---|---|
| Es kopi susu | Jual Rp15.000, bahan Rp7.000, biaya tetap Rp25.000 | 4 cup | 20 cup = Rp135.000 |
| Gorengan | Jual Rp1.500, bahan Rp800, biaya tetap Rp20.000 | 29 buah | 100 buah = Rp50.000 |
| Cuci sepatu | Tarif Rp35.000, bahan Rp7.000, biaya tetap Rp10.000 | 1 pasang | 3 pasang = Rp74.000 |
Hitungan es kopi: untung per cup Rp15.000 − Rp7.000 = Rp8.000. Biaya tetap Rp25.000 ÷ Rp8.000 = 3,1, jadi minimal 4 cup. Kalau laku 20 cup: 20 × Rp8.000 − Rp25.000 = Rp135.000.
Perhatikan bedanya. Gorengan butuh 29 buah baru impas karena untung per buah kecil. Cuci sepatu cukup 1 pasang, tapi pesanannya tidak datang tiap hari. Usaha "harian" bukan berarti paling untung. Itu berarti paling sering ada transaksi.
5 × Rp8.000 − Rp25.000
10 × Rp8.000 − Rp25.000
20 × Rp8.000 − Rp25.000
Sumber: contoh ilustrasi, bukan hasil usaha nyata
Dari harian ke bulanan: pakai hari biasa, bukan hari ramai
Kesalahan paling umum: mengalikan hari paling ramai dengan 30. Contoh yang jujur untuk es kopi di atas: kalau rata-rata laku 10 cup dan kamu buka 26 hari sebulan, untung kotornya Rp55.000 × 26 = Rp1.430.000. Kalau kamu pakai 20 cup, angkanya Rp3.510.000, dua kali lipat lebih besar dari rata-rata realistis.
Dan itu belum menghitung waktumu. Berjualan 4 jam sehari selama 26 hari berarti 104 jam. Bagi untungnya dengan jam kerjamu untuk tahu apakah usaha ini layak dibanding kerja sampingan lain. Kalau kamu karyawan dengan waktu terbatas, baca juga usaha sampingan untuk karyawan dengan waktu terbatas.
Baca juga15 Bisnis Sampingan Karyawan yang RealistisDaftar ide dengan perkiraan modal dan waktu tiap usaha.Uang harian jangan langsung dihabiskan
Keunggulan usaha harian adalah uangnya cepat kembali. Kelemahannya, uang itu mudah tercampur dengan uang jajan. Pakai pembagian sederhana tiap malam: sisihkan dulu modal bahan besok, baru hitung sisanya sebagai untung. Kalau untung hari itu Rp55.000 dan bahan besok Rp70.000 sudah tertutup dari omzet, kamu bisa ambil Rp55.000 itu. Kalau belum tertutup, jangan ambil dulu. Kebiasaan ini mencegah usaha kehabisan modal tanpa kamu sadari, dan alasannya sama dengan yang dibahas di arus kas usaha kecil.
Cara memilih dan memulai dengan aman
Pilih satu produk yang dibeli berulang
Mulai dari kebutuhan yang kamu lihat sendiri di sekitar: sarapan, minuman, kebutuhan rumah tangga. Satu produk dulu.Hitung titik impas harian
Pakai rumus di atas dengan harga bahan yang kamu cek langsung di pasar atau toko, bukan perkiraan.Tes kecil selama 7 hari
Jual dalam jumlah kecil, catat penjualan tiap hari. Jangan beli peralatan mahal sebelum ada pola pembeli.Pisahkan uang usaha dari uang pribadi
Simpan uang hasil jual di dompet atau rekening terpisah. Cara mencatatnya ada di pembukuan UMKM untuk pemula.Evaluasi tiap minggu
Lihat hari mana laku dan mana sepi, lalu sesuaikan jumlah produksi supaya tidak ada bahan terbuang.
Cek sebelum beli bahan pertama
0/5Risiko dan hal yang sering terlewat
- Bahan basah dan cepat basi. Gorengan dan minuman harus habis hari itu. Produksi berlebih langsung jadi rugi.
- Lokasi menentukan segalanya. Sepuluh pembeli dari dekat sekolah bisa lebih baik daripada lokasi sepi dengan sewa murah.
- Pajak. Menurut Direktorat Jenderal Pajak, pelaku UMKM dikenai PPh final sebesar 0,5% dari peredaran bruto, dan ada ketentuan batas omzet yang tidak dikenai pajak untuk orang pribadi. Pakai aturan terbaru di pajak.go.id sebagai acuan karena ketentuan bisa berubah.
- Izin. Usaha makanan yang dijual lebih luas butuh izin edar dan NIB. Lihat NIB untuk UMKM.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Usaha sampingan apa yang bisa menghasilkan uang setiap hari?
Usaha dengan pembeli berulang: minuman, jajanan, sarapan, air isi ulang, dan jasa seperti cuci sepatu atau laundry kiloan. Hasilnya bergantung pada lokasi dan jumlah pembeli.
Berapa modal usaha sampingan harian?
Tergantung usahanya. Jajanan dan minuman bisa mulai dari ratusan ribu Rupiah, tapi hitung dulu titik impas harianmu sebelum membeli bahan.
Apakah usaha harian pasti untung setiap hari?
Tidak. Hari sepi pasti ada. Karena itu pakai rata-rata penjualan seminggu untuk menghitung, bukan hari paling ramai.
Bisa dijalankan bersamaan dengan kerja kantoran?
Bisa, selama jam jualnya di luar jam kerja dan kontrak kerjamu tidak melarangnya. Cek kontrak dulu.
Baca juga
- Usaha modal Rp100 ribu
- Cara menentukan harga jual dan margin
- Arus kas usaha kecil
- Semua artikel ide usaha
Sumber
- Direktorat Jenderal Pajak: PPh Final UMKM · diakses 20 Oktober 2026



