Jawaban singkat
Poin penting
- Harga OTR Jakarta Selatan (Oto.com, Oktober 2026): Honda BeAT Rp18,98–20,38 juta, Scoopy Rp22,88–23,68 juta, Vario 125 Rp24,45 juta. Harga di kotamu bisa berbeda.
- Dengan gaji Rp5 juta, menabung Scoopy dalam 24 bulan memakan sekitar 20% gaji (sekitar 22% dengan cadangan 10%).
- Tambah cadangan 10% untuk helm, asuransi, aksesori, dan kenaikan harga selama kamu menabung.
- Beli tunai atau kredit bukan soal benar atau salah. Hitung total uang yang keluar, bukan hanya cicilan bulanan.
- Jangan ambil dari dana darurat. Simpan tabungan motor di rekening terpisah.
Artikel ini menghitung target tabungan motor dalam Rupiah, membandingkannya dengan kredit, lalu memberi langkah supaya kamu benar-benar konsisten. Harga motor dibaca dari Oto.com pada 27 Oktober 2026, dan semua hitungan setoran adalah ilustrasi, bukan janji hasil.
Berapa target tabungan untuk beli motor?
Targetmu adalah harga OTR (on the road), yaitu harga yang sudah termasuk pajak, STNK, dan plat nomor. Jangan memakai harga "off the road" karena kamu akan kekurangan di akhir.
| Motor | Harga OTR Jakarta Selatan | Target yang dipakai di artikel |
|---|---|---|
| Honda BeAT | Rp18,98–20,38 juta | Rp20,4 juta |
| Honda Scoopy | Rp22,88–23,68 juta | Rp23,7 juta |
| Honda Vario 125 | Rp24,45 juta | Rp24,5 juta |
Angka di atas diambil dari halaman motor populer Oto.com untuk Oktober 2026 dan dibulatkan ke atas. Saya tidak menemukan daftar harga resmi di situs Astra Honda yang bisa dibaca, jadi cek harga di dealer resmi atau astra-honda.com sebelum menetapkan target. Harga berbeda antarkota dan bisa berubah tiap bulan.
Simulasi: setoran per bulan sesuai lama menabung
Rumusnya sederhana: target dibagi jumlah bulan, tanpa bunga dan tanpa kenaikan harga.
| Target | 12 bulan | 18 bulan | 24 bulan | 36 bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp20,4 juta (BeAT) | Rp1.700.000 | Rp1.134.000 | Rp850.000 | Rp567.000 |
| Rp23,7 juta (Scoopy) | Rp1.975.000 | Rp1.317.000 | Rp988.000 | Rp659.000 |
| Rp24,5 juta (Vario 125) | Rp2.042.000 | Rp1.362.000 | Rp1.021.000 | Rp681.000 |
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi
Sumber: contoh ilustrasi, hitungan redaksi dari Rp23.700.000 dibagi jumlah bulan
Contoh karyawan bergaji Rp5 juta. Scoopy dalam 24 bulan berarti Rp988.000, sekitar 20% gaji. Dengan cadangan 10% (target Rp26,07 juta), setorannya Rp1.087.000, sekitar 22% gaji. Kalau kamu sudah memakai metode 50/30/20, bagian tabungan 20% hampir cukup untuk target ini.
Contoh pekerja bergaji Rp3 juta. BeAT Rp20,4 juta dalam 36 bulan butuh Rp567.000, sekitar 19% gaji. Kalau terasa berat, perpanjang tenor atau cari motor bekas yang lebih murah. Tips tambahan ada di Cara Menabung dengan Gaji Kecil.
Penghasilan tidak tetap. Freelancer atau penjual online bisa menyisihkan persentase tetap, misalnya 15% dari setiap pemasukan, ke rekening motor. Jumlah per bulan naik turun, tetapi kebiasaannya terjaga.
Cadangan 10%: biaya yang sering lupa
Harga OTR belum mencakup semua. Sisihkan sekitar 10% dari target untuk:
- helm standar SNI, jaket, dan jas hujan;
- asuransi motor atau perpanjangan yang kamu perlukan (tanyakan dealer rincian dan harganya);
- aksesori seperti spion cadangan, kunci ganda, atau pelindung;
- kemungkinan harga naik selama kamu menabung.
Contoh: target Scoopy Rp23,7 juta ditambah 10% menjadi Rp26,07 juta. Dalam 24 bulan, setorannya sekitar Rp1.087.000.
Tunai atau kredit: hitung total uang yang keluar
Pertanyaan yang sering muncul adalah "apakah beli motor cash lebih murah?". Jawabannya tergantung tawaran dealer, tetapi kamu bisa mengeceknya dengan satu rumus:
Total kredit = uang muka + (cicilan × jumlah bulan).
Contoh hipotetis, bukan penawaran siapa pun: Scoopy Rp23,7 juta, uang muka Rp3,5 juta, cicilan Rp1.000.000 selama 24 bulan. Totalnya Rp3,5 juta + Rp24 juta = Rp27,5 juta, sekitar Rp3,8 juta lebih mahal daripada tunai. Selisih itulah harga kemudahan membayar nanti.
Hal yang perlu kamu tahu tentang kredit motor:
- Uang muka minimum diatur OJK lewat POJK 35/POJK.05/2018 dan bergantung pada kesehatan perusahaan pembiayaan (rasio NPF neto): bisa serendah 0% untuk perusahaan yang sangat sehat, 10% sampai 20% untuk lainnya. Angka itu dari pemberitaan Kontan tentang aturan tersebut, jadi tanyakan ke perusahaan pembiayaan berapa DP yang berlaku untukmu.
- Minta tabel angsuran tertulis dan total yang harus dibayar sampai lunas.
- Pastikan perusahaan pembiayaannya terdaftar di OJK. Cek di ojk.go.id atau hubungi kontak OJK 157.
Kompromi yang masuk akal: menabung 6 sampai 12 bulan untuk uang muka lebih besar, sehingga cicilan dan total bunga lebih kecil. Pilih tunai kalau kamu bisa menabung tanpa mengorbankan dana darurat. Pilih kredit hanya kalau motor benar-benar menunjang penghasilan atau pekerjaanmu dan cicilannya tidak lebih dari kemampuanmu.
Di mana menyimpan tabungan motor?
Kamu butuh rekening yang terpisah dari uang harian dan tidak mudah tergoda.
- Rekening terpisah di bank atau bank digital dengan autodebet tanggal gajian. Cari yang tanpa biaya admin.
- Tabungan berjangka kalau kamu ingin menahan diri agar tidak menarik. Bandingkan di Tabungan vs Deposito.
- Pastikan banknya diawasi OJK dan menjadi peserta penjaminan LPS. LPS menjamin simpanan sampai batas yang ditetapkan, jadi cek batas terbarunya di lps.go.id.
Jangan menitipkan uang ke "arisan motor" atau skema yang menjanjikan motor dengan setoran sangat kecil tanpa izin jelas.
Langkah menabung untuk beli motor
Pilih motor dan cek harga OTR
Datangi atau hubungi dealer resmi di kotamu, lalu catat harga OTR tertulis.Tambah cadangan 10%
Kalikan harga OTR dengan 1,1 untuk mendapatkan target tabungan.Tetapkan jumlah bulan
Pilih tenor dari tabel di atas. Pastikan setoran tidak lebih dari sekitar 20% gaji.Buka rekening khusus motor
Pisahkan dari rekening gaji dan beri nama sesuai tujuan.Aktifkan autodebet di hari gajian
Pindahkan dulu di awal bulan, baru belanja. Cara lain ada di Cara Konsisten Menabung.Masukkan uang ekstra
THR, bonus, atau hasil usaha sampingan bisa mempercepat target.Cek harga tiap 3 bulan
Bandingkan dengan harga dealer, lalu sesuaikan setoran.
Sebelum mulai menabung motor
0/5Kapan sebaiknya tidak membeli motor dulu?
Pertimbangkan juga motor bekas yang terawat kalau kebutuhanmu hanya berangkat kerja. Biaya perawatan, bensin, dan pajak tahunan tetap harus masuk anggaranmu setelah motor terbeli.
Jika tidak berhasil
Jika tidak berhasil
Setoran bulanan terasa terlalu berat
Kemungkinan penyebab: Tenor terlalu pendek atau target motor terlalu mahal untuk penghasilanmu.
Solusi: Perpanjang tenor, misalnya dari 18 ke 36 bulan, atau turunkan target ke motor yang lebih murah atau bekas.
Tabungan terpakai untuk kebutuhan mendadak
Kemungkinan penyebab: Dana darurat belum ada atau rekening terlalu mudah diakses.
Solusi: Bangun dulu dana darurat, lalu pindahkan tabungan motor ke rekening terpisah atau tabungan berjangka.
Harga motor naik sebelum targetmu tercapai
Kemungkinan penyebab: Harga mengikuti kebijakan produsen dan dealer.
Solusi: Tambah setoran bertahap, pakai THR atau bonus, dan cek ulang harga tiap 3 bulan.
Sering lupa menyetor
Kemungkinan penyebab: Setoran manual mudah tertunda.
Solusi: Aktifkan autodebet atau transfer terjadwal di hari gajian.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah beli motor cash lebih murah? Biasanya total uang yang keluar lebih kecil karena tidak ada bunga kredit. Hitung dengan rumus uang muka ditambah cicilan kali bulan, lalu bandingkan dengan harga tunai.
Menabung 1 juta per bulan dapat berapa? Dalam 24 bulan terkumpul Rp24 juta, belum termasuk bagi hasil. Itu cukup untuk motor sekitar Rp23,7 juta tanpa cadangan.
Bagaimana caranya menabung dengan cepat? Naikkan setoran, aktifkan autodebet, dan masukkan pemasukan ekstra. Detailnya ada di Cara Menabung Cepat.
Berapa harga motor yang perlu ditabung? Gunakan harga OTR tertulis dari dealer resmi di kotamu, lalu tambah cadangan 10%.
Baca juga
- Cara Menabung dengan Gaji Kecil
- Cara Menabung 50 Juta dalam Setahun
- Cara Menabung DP Rumah
- Kategori Tabungan & Dana Darurat
Sumber
- Oto.com: Motor populer 2026 (harga OTR Jakarta Selatan, Oktober 2026) · diakses 27 Oktober 2026
- Kontan: OJK terbitkan aturan DP 0% untuk kredit kendaraan bermotor (POJK 35/POJK.05/2018) · diakses 27 Oktober 2026
- PT Astra Honda Motor: produk motor matic · diakses 27 Oktober 2026
- OJK: Perusahaan pembiayaan dan perlindungan konsumen · diakses 27 Oktober 2026
- LPS: batas penjaminan simpanan · diakses 27 Oktober 2026



