Jawaban singkat
Poin penting
- Pilih produk yang bisa dibuat dalam jumlah tetap tiap hari, supaya modal dan laba mudah dihitung.
- Hitung laba per unit dulu, baru tentukan harga jual. Margin di bawah 30% biasanya terlalu tipis untuk menutup gas, ongkir, dan waktumu.
- Uji dengan skenario volume setengahnya. Usaha yang masih untung di skenario itu lebih aman.
- Sejak 18 Oktober 2026, produk makanan dan minuman usaha mikro dan kecil wajib bersertifikat halal menurut BPJPH. Urus lebih awal.
Artikel ini memberi enam ide jualan, tabel modal dan untungnya, contoh hitungan satu produk, jadwal persiapan, dan hal yang perlu diurus sebelum berjualan.
Kapan sebaiknya mulai menyiapkan jualan?
Awal Ramadan 1448 H diperkirakan jatuh pada 8 Februari 2027. Ini masih perkiraan: tanggal resmi ditetapkan pemerintah lewat sidang isbat Kemenag, jadi pantau pengumumannya. Dengan perkiraan itu, jadwal persiapan yang masuk akal:
| Perkiraan waktu | Yang dikerjakan |
|---|---|
| Pertengahan Desember 2026 | Pilih produk, uji resep, hitung biaya per unit |
| Akhir Desember 2026 | Cek kewajiban halal, siapkan NIB dan izin edar |
| Pertengahan Januari 2027 | Foto produk, buka pre-order, beli kemasan |
| Akhir Januari 2027 | Tutup PO kue kering dan hampers, belanja bahan |
| Awal Ramadan | Produksi harian, jualan takjil dan lauk |
Produk yang dikirim jauh atau dibeli sebagai bingkisan, seperti kue kering dan hampers, laku lebih awal. Takjil dan lauk dijual harian di sekitar rumah, jadi cukup dibuka di minggu pertama puasa.
Enam ide jualan dengan hitungan modal dan untung
Angka berikut asumsi untuk contoh, dengan produksi 30 hari. Ganti dengan harga bahan dan harga jual di kotamu.
| Ide jualan | Harga jual | Biaya per unit | Volume 30 hari |
|---|---|---|---|
| Puding atau es jelly cup | Rp8.000 | Rp4.500 | 900 cup (30 per hari) |
| Es teh literan | Rp25.000 | Rp14.000 | 300 botol (10 per hari) |
| Frozen food (risoles, pastel) | Rp35.000 per pak | Rp24.000 | 120 pak |
| Kue kering (nastar, kastengel) | Rp90.000 per toples | Rp60.000 | 60 toples |
| Lauk siap saji (ayam ungkep) | Rp45.000 per pak | Rp33.000 | 150 pak |
| Hampers Lebaran | Rp150.000 | Rp105.000 | 30 paket |
"Biaya per unit" sudah termasuk bahan, kemasan, dan gas. "Alat awal" adalah barang yang dibeli sekali, seperti panci besar, loyang, atau cooler.
| Ide jualan | Alat awal | Laba kotor 30 hari | Setelah alat, volume normal | Setelah alat, volume setengah |
|---|---|---|---|---|
| Es teh literan | Rp300.000 | Rp3.300.000 | Rp3.000.000 | Rp1.350.000 |
| Puding cup | Rp500.000 | Rp3.150.000 | Rp2.650.000 | Rp1.075.000 |
| Lauk siap saji | Rp300.000 | Rp1.800.000 | Rp1.500.000 | Rp600.000 |
| Hampers Lebaran | Rp200.000 | Rp1.350.000 | Rp1.150.000 | Rp475.000 |
| Kue kering | Rp700.000 | Rp1.800.000 | Rp1.100.000 | Rp200.000 |
| Frozen food | Rp400.000 | Rp1.320.000 | Rp920.000 | Rp260.000 |
setengah volume: Rp1.350.000
setengah volume: Rp1.075.000
setengah volume: Rp600.000
setengah volume: Rp475.000
setengah volume: Rp200.000
setengah volume: Rp260.000
Sumber: contoh ilustrasi dengan asumsi di tabel, bukan data pasar
Cara membaca tabel ini
- Laba kotor belum dikurangi ongkir, listrik tambahan, dan waktu kerjamu sendiri.
- Volume adalah tebakan. Menjual 30 cup per hari butuh pembeli tetap. Mulailah dengan pre-order supaya kamu tahu jumlahnya sebelum belanja bahan.
- Kue kering paling sensitif. Alatnya mahal dan labanya per toples besar, tapi kalau pesanan setengah dari rencana, sisanya tipis. Jual dengan sistem PO.
- Produk basah seperti puding dan es teh cepat untung kalau laku, tapi tidak bisa disimpan. Bahan terbuang kalau pembeli sepi.
Contoh hitungan: Dewi menjual puding cup
Anggap Dewi (profil rekaan untuk ilustrasi), ibu rumah tangga, menjual puding cup untuk tetangga dan kompleks sekitar. Biaya per cup Rp4.500 terdiri dari:
| Komponen | Biaya per cup |
|---|---|
| Bahan puding dan vla | Rp2.800 |
| Cup dan tutup | Rp900 |
| Label dan plastik | Rp300 |
| Gas dan listrik | Rp500 |
| Total | Rp4.500 |
Dewi ingin margin minimal 40% dari harga jual. Harga jual minimal dihitung dengan membagi biaya dengan 0,6: Rp4.500 / 0,6 = Rp7.500, lalu dibulatkan ke Rp8.000 supaya mudah membayar.
- Laba per cup: Rp8.000 - Rp4.500 = Rp3.500
- Titik impas alat Rp500.000: Rp500.000 / Rp3.500 = sekitar 143 cup
- Kalau terjual 30 cup per hari, alat kembali dalam sekitar 5 hari
Kalau hanya laku 15 cup per hari, laba kotor 30 hari menjadi Rp1.575.000. Dewi masih untung, tapi perlu menimbang apakah waktu memasak tiap sore sepadan.
Baca jugaCara menentukan harga jual produkRumus harga jual dari biaya dan margin yang kamu inginkan.Apa yang perlu diurus sebelum berjualan?
Sertifikat halal
Menurut BPJPH, mulai 18 Oktober 2026 seluruh produk makanan dan minuman pelaku usaha mikro dan kecil wajib sudah bersertifikat halal, sesuai UU 33/2014 dan PP 42/2024. Jadi kalau kamu berjualan makanan atau minuman, urus sertifikatnya sebelum Ramadan. Cek jalur pendaftaran, syarat, dan biayanya langsung di bpjph.halal.go.id, karena ketentuan teknisnya bisa berubah. Pencantuman label halal pada kemasan juga ada aturannya (Surat Edaran BPJPH No. 7 Tahun 2025).
NIB dan izin edar
Daftar Nomor Induk Berusaha (NIB) lewat OSS di oss.go.id. Langkahnya ada di panduan NIB untuk UMKM. Untuk makanan olahan rumahan, tanyakan izin edar yang berlaku ke dinas kesehatan kabupaten atau kota setempat. Tips produk dan izin lain ada di ide usaha makanan rumahan.
Catat keuangan sejak hari pertama
Pisahkan uang belanja bahan dan uang pribadi. Cara sederhananya ada di memisahkan uang pribadi dan usaha, dan rumus laba rugi di cara menghitung untung rugi usaha.
Cara menjual supaya tidak rugi di minggu pertama
Pilih satu atau dua produk
Jangan membuat sepuluh menu sekaligus. Dua produk yang kamu kuasai lebih mudah dikontrol rasa dan biayanya.Hitung biaya per unit
Timbang bahan, hitung kemasan dan gas. Gunakan tabel di atas sebagai template.Buka pre-order
Kirim foto dan harga ke WhatsApp, grup RT, dan Instagram. Belanja bahan sesuai pesanan masuk.Siapkan dua skenario
Hitung laba dengan volume normal dan setengahnya. Kalau skenario kedua rugi, naikkan harga atau kurangi biaya.Catat penjualan harian
Tulis jumlah terjual, sisa, dan biaya. Dari catatan ini kamu tahu produk mana yang layak diteruskan sampai Lebaran.
Cek sebelum mulai jualan Ramadan
0/5Risiko dan kesalahan umum
- Menyalin harga pesaing tanpa menghitung biaya sendiri. Harga murah tetangga belum tentu menutup biayamu.
- Produksi terlalu banyak di hari pertama. Mulailah dari jumlah kecil, tambah setelah terlihat pola pembeli.
- Lupa menghitung waktu. Memasak, mengemas, dan mengantar bisa memakan 3–4 jam per hari.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Usaha apa yang cocok di bulan Ramadan?
Makanan dan minuman untuk berbuka, lauk siap saji, kue kering, dan hampers biasanya dicari. Pilih yang bisa kamu produksi konsisten dan hitung dulu margin-nya.
Apa ide jualan modal kecil untuk bulan puasa?
Es teh literan, puding cup, dan lauk siap saji punya alat awal kecil pada contoh hitungan di atas. Sesuaikan dengan harga bahan di kotamu.
Makanan apa yang cocok dijual untuk buka puasa?
Takjil manis seperti puding, es jelly, atau kolak dalam cup, serta lauk siap saji yang tinggal dihangatkan. Lihat tabel di atas untuk perkiraan modal dan untungnya.
Apakah jualan makanan di bulan puasa perlu sertifikat halal?
Menurut BPJPH, mulai 18 Oktober 2026 produk makanan dan minuman usaha mikro dan kecil wajib bersertifikat halal. Cek prosedur di bpjph.halal.go.id.
Baca juga
Sumber
- BPJPH: Sambut Wajib Halal Oktober 2026 · diakses 19 Oktober 2026
- Kemenag: penetapan awal Ramadan lewat sidang isbat (cek pengumuman resmi) · diakses 19 Oktober 2026
- OSS: Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik · diakses 19 Oktober 2026



