Kembali ke Blog

Cara Mendapatkan Passive Income: Pilihan Realistis dan Risikonya

T

Tim Redaksi Cara Menghasilkan Uang

Penulis di Cara Menghasilkan Uang.

Ilustrasi cara mendapatkan passive income dari uang dan waktu

Jawaban singkat

Cara mendapatkan passive income ada dua: pakai uang (deposito, reksa dana, saham yang diawasi OJK) atau pakai waktu (konten, afiliasi, produk digital). Jalur uang butuh modal besar: bunga Rp500.000 per bulan dari deposito setelah pajak butuh dana sekitar Rp200 juta. Jalur waktu murah di awal tapi hasilnya tidak pasti. Tidak ada cara yang menjamin hasil.

Poin penting

  • Passive income hampir selalu dibayar dengan modal uang, modal waktu, atau keduanya. Tidak ada yang gratis dan instan.
  • Jalur uang lebih stabil tapi lambat bila modalmu kecil. Menabung Rp1.000.000 per bulan butuh sekitar 13,5 tahun untuk mencapai Rp200 juta (hitungan ilustrasi).
  • Jalur waktu (konten, afiliasi, template) bisa dimulai tanpa modal besar, tapi bisa berbulan-bulan tanpa hasil.
  • Produk investasi harus terdaftar dan diawasi OJK. Penawaran dengan hasil dijamin atau setoran plus rekrutmen adalah tanda penipuan.

Artikel ini membantu kamu memilih jalur passive income yang cocok dengan modal dan waktumu, lengkap dengan hitungan Rupiah dan risikonya. Kalau kamu belum paham artinya, mulai dari passive income adalah.

Dua jalur: pakai uang atau pakai waktu

Setiap sumber passive income membayar "harga" di awal. Tabel di bawah menyusun pilihan umum berdasarkan harga itu. Penilaian modal, waktu, dan risiko adalah penilaian redaksi, bukan angka resmi.

PilihanModal uangModal waktu di awalRisiko utama
Deposito di bank peserta LPSRp1 juta ke atasSangat kecilBunga kecil, kena pajak
Reksa danaMulai kecilKecil, perlu belajarNilai bisa turun, tidak dijamin LPS
Saham dividenMulai kecilSedang, perlu belajarHarga turun, dividen bisa tidak dibagi
Konten dan afiliasiRp0 sampai kecilBesar, berbulan-bulanBisa nol hasil
Produk digital (template, e-book)Rp0 sampai kecilBesar di awal, lalu promosiBisa tidak laku
Sewa propertiSangat besarSedang, perawatan rutinKosong, biaya perbaikan

Aturan praktisnya: makin kecil modal uangmu, makin besar waktu yang harus kamu bayar. Kalau keduanya kecil, hasilnya hampir pasti kecil.

Jalur uang: berapa modal yang kamu butuhkan

Kita pakai deposito sebagai patokan karena aturannya jelas. Per 21 Oktober 2026, LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan bank umum rupiah 3,75% untuk 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027. Itu batas bunga yang dijamin, bukan bunga yang pasti kamu terima, jadi dipakai sebagai asumsi ilustrasi.

Menurut DJP, bunga deposito kena PPh final 20% dari jumlah bruto. Bunga bersih jadi sekitar 3% per tahun. Dari situ, dana yang dibutuhkan untuk target bunga per bulan:

Dana deposito yang dibutuhkan untuk bunga bersih per bulan, asumsi 3% per tahun (contoh ilustrasi)
Bunga Rp250.000 per bulanRp 100.000.000

Rp3.000.000 per tahun

Bunga Rp500.000 per bulanRp 200.000.000

Rp6.000.000 per tahun

Bunga Rp1.000.000 per bulanRp 400.000.000

Rp12.000.000 per tahun

Bunga Rp2.000.000 per bulanRp 800.000.000

Rp24.000.000 per tahun

Sumber: hitungan redaksi dari bunga penjaminan LPS 3,75% dan PPh final 20%, dicek 21 Oktober 2026

Bunga deposito yang kamu dapat bisa lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung bank dan tenor. Cek dulu cara kerja deposito sebelum menaruh dana.

Reksa dana dan saham tidak punya bunga tetap. Hasilnya bisa naik dan turun, dan produk ini tidak dijamin LPS. Pelajari dasarnya di reksa dana untuk pemula dan saham untuk pemula, lalu bandingkan risikonya di reksa dana vs deposito.

Berapa lama sampai modalnya terkumpul

Kebanyakan orang tidak punya Rp200 juta di awal. Jadi pertanyaan yang lebih berguna adalah berapa lama menabung sampai ke sana. Hitungan ini menyisihkan uang tiap bulan di deposito dengan bunga bersih 3% per tahun, tanpa menarik dana.

Setoran per bulanWaktu sampai Rp200 jutaBunga per bulan setelah itu
Rp500.000sekitar 23 tahunsekitar Rp500.000
Rp1.000.000sekitar 13,5 tahunsekitar Rp500.000
Rp2.000.000sekitar 7,5 tahunsekitar Rp500.000

Angka ini ilustrasi dengan asumsi bunga tetap. Kenyataannya bunga berubah dan pajaknya mengikuti aturan yang berlaku. Intinya: passive income dari bunga adalah proyek jangka panjang.

Contoh profil: karyawan gaji UMR

Bayangkan Dewi, karyawan bergaji sekitar Rp5.000.000 per bulan (tokoh ilustrasi, bukan orang nyata). Setelah dana darurat terpenuhi, dia punya Rp1.000.000 per bulan yang bisa disisihkan. Dewi punya dua jalur yang bisa dijalankan bersamaan:

  • Jalur uang: Rp600.000 per bulan ke deposito atau produk berizin OJK sesuai profil risikonya. Hasil bunga di tahun pertama masih sangat kecil.
  • Jalur waktu: 5 jam per minggu untuk satu proyek konten atau afiliasi. Modal uangnya hampir nol, tapi hasilnya tidak bisa dipastikan. Lihat bisnis sampingan karyawan dan affiliate marketing tanpa modal.
Baca jugaCara Menghitung Dana DaruratPastikan dana darurat aman sebelum uangmu dipakai untuk passive income.

Langkah memilih jalur pertamamu

  1. Siapkan dana darurat dulu

    Dana darurat tidak boleh ikut dipakai untuk investasi atau modal usaha. Hitung kebutuhannya dengan panduan dana darurat.
  2. Tulis modal uang dan jam kerja yang sanggup kamu beri

    Misalnya Rp500.000 per bulan dan 5 jam per minggu. Angka ini yang menentukan jalurmu.
  3. Cek legalitas produk sebelum menyetor

    Pastikan penawar investasi terdaftar dan diawasi OJK. Kamu bisa bertanya ke kontak OJK 157.
  4. Mulai kecil dan catat hasilnya

    Uji satu jalur selama tiga bulan. Catat uang dan jam yang masuk, lalu evaluasi sebelum menambah modal.

Cek sebelum mulai

0/5

Risiko dan penipuan berkedok passive income

Tanda bahaya yang perlu kamu waspadai:

  • Janji hasil dijamin atau klaim bebas risiko. Investasi yang sah tidak bisa menjamin hasil.
  • Penawaran yang meminta setoran dulu, lalu bonus dari merekrut orang lain.
  • Kursus mahal yang menjanjikan penghasilan "tinggal tidur".
  • Pengelola tidak jelas izinnya, atau menolak ditanya soal legalitas.
  • Tekanan untuk memutuskan hari ini juga.

Untuk simpanan di bank, LPS menjamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank selama memenuhi syarat penjaminan. Produk di luar simpanan, seperti reksa dana dan saham, tidak dijamin LPS.

Jika tidak berhasil

Jika tidak berhasil

Bunga yang masuk lebih kecil dari hitunganku

Kemungkinan penyebab: Bunga dipotong PPh final 20%, atau bunga bank lebih rendah dari asumsi

Solusi: Tanyakan ke bank bunga yang berlaku dan hitung ulang setelah pajak.

Konten atau afiliasi masih nol hasil setelah beberapa bulan

Kemungkinan penyebab: Konten belum cukup banyak atau belum menjawab kebutuhan pembaca

Solusi: Perbaiki satu topik dulu, jangan menambah modal uang. Evaluasi setelah tiga bulan.

Nilai reksa dana atau saham turun

Kemungkinan penyebab: Produk ini naik turun mengikuti pasar dan tidak dijamin

Solusi: Jangan pakai dana darurat. Putuskan sesuai jangka waktu dan toleransi risikomu.

Aku ditawari passive income dengan setoran dan bonus rekrut

Kemungkinan penyebab: Ciri skema money game atau penipuan

Solusi: Jangan setor. Cek legalitasnya ke OJK lewat 157 dan hentikan komunikasi.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana cara mendapatkan passive income dari nol?

Mulai dari jalur waktu seperti konten, afiliasi, atau template digital, karena modal uangnya kecil. Siapkan juga bahwa hasilnya butuh waktu dan tidak dijamin.

Berapa modal untuk passive income Rp1 juta per bulan?

Dari bunga deposito saja, sekitar Rp400 juta dengan asumsi bunga bersih 3% per tahun. Dari konten atau afiliasi tidak ada angka pasti.

Apa passive income yang paling aman?

Simpanan di bank peserta LPS paling terjamin, tapi bunganya kecil. Produk lain seperti reksa dana punya risiko nilai turun dan tidak dijamin LPS.

Apakah passive income benar-benar tanpa kerja?

Tidak. Hampir semuanya butuh modal, waktu membangun, atau perawatan berkala.

Baca juga

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari riset dan sumber resmi yang ditautkan, lalu diperiksa oleh Tim Redaksi Cara Menghasilkan Uang sebelum terbit.

passive incomepenghasilan pasifdepositoreksa danaaffiliatemodal

Dapatkan Tips Menghasilkan Uang Gratis

Satu email ringkas: panduan baru, cara menambah penghasilan, dan tips mengatur uang. Gratis, bisa berhenti kapan saja.