Jawaban singkat
Poin penting
- "Pasif" berarti kerja hariannya kecil, bukan berarti tanpa kerja. Hampir semua sumbernya perlu modal, waktu membangun, atau keduanya.
- Penghasilan dari bunga memakai modal besar: makin kecil bunganya, makin besar dana yang kamu butuhkan.
- Bunga deposito dan tabungan kena PPh final 20%, jadi angka bersih lebih kecil dari angka di brosur.
- Waspadai tawaran penghasilan pasif dengan hasil dijanjikan yang meminta setoran: itu ciri penipuan, bukan peluang.
Artikel ini menjelaskan arti passive income, perbedaannya dengan active income, contoh yang nyata di Indonesia, hitungan modalnya dalam Rupiah, dan risikonya.
Apa itu passive income
Passive income (penghasilan pasif) adalah uang yang masuk dari aset atau sistem yang sudah kamu bangun, tanpa kamu bekerja penuh waktu untuk setiap rupiahnya. Active income sebaliknya: kamu dibayar karena bekerja pada jam tertentu, seperti gaji atau jasa freelance.
| Active income | Passive income | |
|---|---|---|
| Sumber | Waktu dan tenaga kerja | Aset, sistem, atau karya |
| Berhenti kalau kamu berhenti kerja? | Ya | Tidak langsung, tapi tetap perlu dirawat |
| Modal awal | Biasanya kecil | Uang, waktu, atau keduanya |
| Contoh | Gaji, jasa freelance | Bunga deposito, sewa, royalti |
Penghasilan dari afiliasi atau blog sering disebut pasif, padahal di awal justru butuh banyak kerja. Soal itu dibahas di cara mendapatkan penghasilan pasif dari internet.
Contoh passive income di Indonesia
Tabel ini membandingkan lima contoh umum. Rentang modal dan risiko adalah penilaian redaksi, bukan angka resmi.
| Contoh | Modal awal | Kerja berkelanjutan | Risiko utama |
|---|---|---|---|
| Bunga deposito | Rp1 juta ke atas | Hampir nol | Bunga kecil, kena pajak |
| Sewa rumah atau kos | Sangat besar | Perawatan, cari penyewa | Kosong, biaya perbaikan |
| Komisi afiliasi | Rp0 sampai kecil | Konten rutin | Penghasilan tidak tetap |
| Royalti (e-book, template, musik) | Waktu membuat | Promosi | Bisa tidak laku |
| Dividen saham, reksa dana | Mulai kecil | Pantau berkala | Nilai bisa turun |
Untuk dua jalur yang tidak butuh modal besar, lihat cara mulai affiliate marketing tanpa modal dan cara membuat blog affiliate. Keduanya menuntut kerja nyata di awal.
Berapa modal untuk Rp1 juta per bulan dari bunga deposito
Ini hitungan yang jarang ada di artikel lain. Kita pakai deposito karena aturannya jelas. Per 19 Oktober 2026, LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan bank umum rupiah 3,75% untuk 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027. Itu batas bunga yang dijamin, bukan bunga yang pasti kamu terima, jadi kita pakai sebagai asumsi ilustrasi.
Bunga deposito dikenai PPh final 20% dari jumlah bruto menurut DJP. Hitungannya:
- Bunga bruto: 3,75% per tahun
- Pajak 20%: 0,75%
- Bunga bersih: 3,00% per tahun
Rp1.500.000 per tahun
Rp3.000.000 per tahun
Rp6.000.000 per tahun
Rp12.000.000 per tahun
Sumber: hitungan redaksi dari tingkat bunga penjaminan LPS 3,75% dan PPh final 20%, dicek 19 Oktober 2026
Artinya, untuk Rp1.000.000 per bulan dari bunga saja, kamu butuh dana sekitar Rp400 juta. Bunga deposito yang kamu dapat bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari asumsi ini, tergantung bank dan tenor.
Baca jugaApa Itu Deposito?Cara kerja deposito, tenor, dan hal yang perlu dicek sebelum menaruh dana.Contoh profil: karyawan gaji UMR yang ingin menambah penghasilan
Bayangkan Sinta, karyawan dengan gaji sekitar Rp5.000.000 per bulan (tokoh ilustrasi, bukan orang nyata). Dia menyisihkan Rp500.000 per bulan setelah dana darurat terpenuhi. Dalam setahun terkumpul Rp6.000.000. Kalau semuanya ditaruh di deposito dengan asumsi bunga bersih 3% per tahun, bunga tahun pertama hanya sekitar Rp180.000, atau Rp15.000 per bulan.
Angka ini kecil, dan memang begitulah kenyataannya di tahap awal. Bunga baru terasa setelah dana mencapai puluhan sampai ratusan juta. Karena itu, untuk penghasilan tambahan yang lebih cepat terasa, active income seperti jasa freelance atau bisnis sampingan karyawan sering lebih realistis, sementara tabunganmu tumbuh pelan sebagai pondasi passive income.
Passive income vs penghasilan yang masih butuh kerja
Banyak yang disebut pasif sebenarnya semi-pasif. Banyak orang lupa menghitung waktu yang terpakai. Pakai tiga pertanyaan ini sebelum percaya klaim "tinggal tidur", terutama bila penawarnya meminta uang di muka:
Hitung modal uang yang dibutuhkan
Tanyakan berapa dana yang harus tertanam. Kalau jawabannya "tidak ada", biasanya modalnya berupa waktu.Hitung jam kerja per minggu
Catat jam untuk membuat konten, membalas pelanggan, atau merawat aset. Bagi dengan penghasilan untuk tahu nilai per jamnya.Tulis skenario terburuk
Bayangkan nilainya turun atau penghasilannya nol selama 3 bulan. Kalau kamu tidak sanggup, jangan pakai dana darurat.
Sebelum mulai sumber passive income
0/5Risiko dan penipuan berkedok passive income
Tanda bahaya yang perlu kamu waspadai:
- Janji hasil dijamin atau klaim bebas risiko. Investasi yang sah tidak bisa menjamin hasil.
- Penawaran yang meminta setoran dulu, lalu bonus dari merekrut orang lain.
- Pengelola tidak jelas izinnya. Tanyakan legalitas ke OJK lewat 157 atau situs resminya.
- Tekanan untuk memutuskan hari ini juga.
Untuk bank, simpananmu dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama memenuhi syarat penjaminan. Produk di luar simpanan, seperti reksa dana atau saham, tidak dijamin LPS. Perbandingannya ada di reksa dana vs deposito.
Jika tidak berhasil
Jika tidak berhasil
Bunga yang masuk lebih kecil dari hitunganku
Kemungkinan penyebab: Bunga dipotong PPh final 20%, atau bunga bank lebih rendah dari asumsi
Solusi: Tanyakan ke bank bunga yang berlaku dan hitung ulang setelah pajak.
Penghasilan afiliasi atau konten masih nol setelah beberapa bulan
Kemungkinan penyebab: Konten belum cukup banyak atau belum menjawab kebutuhan pembaca
Solusi: Perbaiki dulu satu topik, jangan menambah modal. Lihat panduan afiliasi pemula.
Aku ditawari passive income dengan setoran dan bonus rekrut
Kemungkinan penyebab: Ciri skema money game atau penipuan
Solusi: Jangan setor. Cek legalitasnya di OJK dan laporkan lewat kanal resmi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu passive income dan contohnya?
Passive income adalah penghasilan yang tetap masuk dengan kerja harian kecil. Contohnya bunga deposito, sewa properti, royalti, dividen, dan komisi afiliasi.
Apa bedanya passive income dan active income?
Active income datang dari kerja langsung seperti gaji atau jasa freelance dan berhenti kalau kamu berhenti bekerja. Passive income datang dari aset atau sistem yang sudah dibangun.
Contoh passive income apa yang cocok untuk pemula?
Yang aman dipelajari lebih dulu adalah tabungan dan deposito di bank yang dijamin LPS, lalu produk yang diawasi OJK. Jalur afiliasi atau konten butuh waktu dan tidak menjamin hasil.
Apakah passive income benar-benar tanpa kerja?
Tidak. Hampir semuanya butuh modal, waktu membangun, atau perawatan berkala.
Baca juga
- Cara mendapatkan penghasilan pasif dari internet
- Tabungan vs deposito
- Cara menghitung dana darurat
- Semua artikel penghasilan pasif
Sumber
- LPS — Tingkat Bunga Penjaminan (1 Oktober 2026 – 31 Januari 2027) · diakses 19 Oktober 2026
- LPS — Simpanan yang Dijamin · diakses 19 Oktober 2026
- DJP — PPh Pasal 4 ayat (2): bunga deposito dan tabungan · diakses 19 Oktober 2026
- DJP — Pajak atas bunga tabungan (PMK 212/PMK.03/2018) · diakses 19 Oktober 2026



