Kembali ke Blog

Passive Income Adalah: Arti, Contoh, dan Risikonya

T

Tim Redaksi Cara Menghasilkan Uang

Penulis di Cara Menghasilkan Uang.

Ilustrasi passive income adalah penghasilan dari aset dan sistem

Jawaban singkat

Passive income adalah penghasilan yang tetap masuk dengan sedikit kerja harian, tapi hampir selalu butuh modal uang atau waktu di awal. Contohnya bunga deposito, sewa properti, royalti, dan komisi afiliasi. Sebagai gambaran, dengan bunga deposito bersih sekitar 3% setahun, Rp1.000.000 per bulan butuh dana sekitar Rp400 juta. Tidak ada sumber yang pasti menghasilkan.

Poin penting

  • "Pasif" berarti kerja hariannya kecil, bukan berarti tanpa kerja. Hampir semua sumbernya perlu modal, waktu membangun, atau keduanya.
  • Penghasilan dari bunga memakai modal besar: makin kecil bunganya, makin besar dana yang kamu butuhkan.
  • Bunga deposito dan tabungan kena PPh final 20%, jadi angka bersih lebih kecil dari angka di brosur.
  • Waspadai tawaran penghasilan pasif dengan hasil dijanjikan yang meminta setoran: itu ciri penipuan, bukan peluang.

Artikel ini menjelaskan arti passive income, perbedaannya dengan active income, contoh yang nyata di Indonesia, hitungan modalnya dalam Rupiah, dan risikonya.

Apa itu passive income

Passive income (penghasilan pasif) adalah uang yang masuk dari aset atau sistem yang sudah kamu bangun, tanpa kamu bekerja penuh waktu untuk setiap rupiahnya. Active income sebaliknya: kamu dibayar karena bekerja pada jam tertentu, seperti gaji atau jasa freelance.

Active incomePassive income
SumberWaktu dan tenaga kerjaAset, sistem, atau karya
Berhenti kalau kamu berhenti kerja?YaTidak langsung, tapi tetap perlu dirawat
Modal awalBiasanya kecilUang, waktu, atau keduanya
ContohGaji, jasa freelanceBunga deposito, sewa, royalti

Penghasilan dari afiliasi atau blog sering disebut pasif, padahal di awal justru butuh banyak kerja. Soal itu dibahas di cara mendapatkan penghasilan pasif dari internet.

Contoh passive income di Indonesia

Tabel ini membandingkan lima contoh umum. Rentang modal dan risiko adalah penilaian redaksi, bukan angka resmi.

ContohModal awalKerja berkelanjutanRisiko utama
Bunga depositoRp1 juta ke atasHampir nolBunga kecil, kena pajak
Sewa rumah atau kosSangat besarPerawatan, cari penyewaKosong, biaya perbaikan
Komisi afiliasiRp0 sampai kecilKonten rutinPenghasilan tidak tetap
Royalti (e-book, template, musik)Waktu membuatPromosiBisa tidak laku
Dividen saham, reksa danaMulai kecilPantau berkalaNilai bisa turun

Untuk dua jalur yang tidak butuh modal besar, lihat cara mulai affiliate marketing tanpa modal dan cara membuat blog affiliate. Keduanya menuntut kerja nyata di awal.

Berapa modal untuk Rp1 juta per bulan dari bunga deposito

Ini hitungan yang jarang ada di artikel lain. Kita pakai deposito karena aturannya jelas. Per 19 Oktober 2026, LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan bank umum rupiah 3,75% untuk 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027. Itu batas bunga yang dijamin, bukan bunga yang pasti kamu terima, jadi kita pakai sebagai asumsi ilustrasi.

Bunga deposito dikenai PPh final 20% dari jumlah bruto menurut DJP. Hitungannya:

  • Bunga bruto: 3,75% per tahun
  • Pajak 20%: 0,75%
  • Bunga bersih: 3,00% per tahun
Bunga bersih per bulan dari deposito 3,75% setelah pajak 20% (contoh ilustrasi)
Dana Rp50 jutaRp 125.000

Rp1.500.000 per tahun

Dana Rp100 jutaRp 250.000

Rp3.000.000 per tahun

Dana Rp200 jutaRp 500.000

Rp6.000.000 per tahun

Dana Rp400 jutaRp 1.000.000

Rp12.000.000 per tahun

Sumber: hitungan redaksi dari tingkat bunga penjaminan LPS 3,75% dan PPh final 20%, dicek 19 Oktober 2026

Artinya, untuk Rp1.000.000 per bulan dari bunga saja, kamu butuh dana sekitar Rp400 juta. Bunga deposito yang kamu dapat bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari asumsi ini, tergantung bank dan tenor.

Baca jugaApa Itu Deposito?Cara kerja deposito, tenor, dan hal yang perlu dicek sebelum menaruh dana.

Contoh profil: karyawan gaji UMR yang ingin menambah penghasilan

Bayangkan Sinta, karyawan dengan gaji sekitar Rp5.000.000 per bulan (tokoh ilustrasi, bukan orang nyata). Dia menyisihkan Rp500.000 per bulan setelah dana darurat terpenuhi. Dalam setahun terkumpul Rp6.000.000. Kalau semuanya ditaruh di deposito dengan asumsi bunga bersih 3% per tahun, bunga tahun pertama hanya sekitar Rp180.000, atau Rp15.000 per bulan.

Angka ini kecil, dan memang begitulah kenyataannya di tahap awal. Bunga baru terasa setelah dana mencapai puluhan sampai ratusan juta. Karena itu, untuk penghasilan tambahan yang lebih cepat terasa, active income seperti jasa freelance atau bisnis sampingan karyawan sering lebih realistis, sementara tabunganmu tumbuh pelan sebagai pondasi passive income.

Passive income vs penghasilan yang masih butuh kerja

Banyak yang disebut pasif sebenarnya semi-pasif. Banyak orang lupa menghitung waktu yang terpakai. Pakai tiga pertanyaan ini sebelum percaya klaim "tinggal tidur", terutama bila penawarnya meminta uang di muka:

  1. Hitung modal uang yang dibutuhkan

    Tanyakan berapa dana yang harus tertanam. Kalau jawabannya "tidak ada", biasanya modalnya berupa waktu.
  2. Hitung jam kerja per minggu

    Catat jam untuk membuat konten, membalas pelanggan, atau merawat aset. Bagi dengan penghasilan untuk tahu nilai per jamnya.
  3. Tulis skenario terburuk

    Bayangkan nilainya turun atau penghasilannya nol selama 3 bulan. Kalau kamu tidak sanggup, jangan pakai dana darurat.

Sebelum mulai sumber passive income

0/5

Risiko dan penipuan berkedok passive income

Tanda bahaya yang perlu kamu waspadai:

  • Janji hasil dijamin atau klaim bebas risiko. Investasi yang sah tidak bisa menjamin hasil.
  • Penawaran yang meminta setoran dulu, lalu bonus dari merekrut orang lain.
  • Pengelola tidak jelas izinnya. Tanyakan legalitas ke OJK lewat 157 atau situs resminya.
  • Tekanan untuk memutuskan hari ini juga.

Untuk bank, simpananmu dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama memenuhi syarat penjaminan. Produk di luar simpanan, seperti reksa dana atau saham, tidak dijamin LPS. Perbandingannya ada di reksa dana vs deposito.

Jika tidak berhasil

Jika tidak berhasil

Bunga yang masuk lebih kecil dari hitunganku

Kemungkinan penyebab: Bunga dipotong PPh final 20%, atau bunga bank lebih rendah dari asumsi

Solusi: Tanyakan ke bank bunga yang berlaku dan hitung ulang setelah pajak.

Penghasilan afiliasi atau konten masih nol setelah beberapa bulan

Kemungkinan penyebab: Konten belum cukup banyak atau belum menjawab kebutuhan pembaca

Solusi: Perbaiki dulu satu topik, jangan menambah modal. Lihat panduan afiliasi pemula.

Aku ditawari passive income dengan setoran dan bonus rekrut

Kemungkinan penyebab: Ciri skema money game atau penipuan

Solusi: Jangan setor. Cek legalitasnya di OJK dan laporkan lewat kanal resmi.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu passive income dan contohnya?

Passive income adalah penghasilan yang tetap masuk dengan kerja harian kecil. Contohnya bunga deposito, sewa properti, royalti, dividen, dan komisi afiliasi.

Apa bedanya passive income dan active income?

Active income datang dari kerja langsung seperti gaji atau jasa freelance dan berhenti kalau kamu berhenti bekerja. Passive income datang dari aset atau sistem yang sudah dibangun.

Contoh passive income apa yang cocok untuk pemula?

Yang aman dipelajari lebih dulu adalah tabungan dan deposito di bank yang dijamin LPS, lalu produk yang diawasi OJK. Jalur afiliasi atau konten butuh waktu dan tidak menjamin hasil.

Apakah passive income benar-benar tanpa kerja?

Tidak. Hampir semuanya butuh modal, waktu membangun, atau perawatan berkala.

Baca juga

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari riset dan sumber resmi yang ditautkan, lalu diperiksa oleh Tim Redaksi Cara Menghasilkan Uang sebelum terbit.

passive incomepenghasilan pasifactive incomebunga depositocontoh passive income

Dapatkan Tips Menghasilkan Uang Gratis

Satu email ringkas: panduan baru, cara menambah penghasilan, dan tips mengatur uang. Gratis, bisa berhenti kapan saja.