Jawaban singkat
Poin penting
- Yang bikin cocok dititip adalah daya simpan: kemasan tertutup, kering, dan bisa diambil lagi kalau tidak laku.
- Warung biasanya mengambil selisih harga. Pada contoh di sini, selisihnya Rp1.000 sampai Rp2.000 per kemasan, jadi untungmu lebih kecil dari yang kamu kira.
- Hitung titik impas sebelum menitip: berapa persen kemasan yang harus laku supaya tidak rugi.
- Makanan dan minuman usaha mikro dan kecil wajib bersertifikat halal mulai 18 Oktober 2026 (BPJPH).
Kebanyakan daftar ide titip warung hanya menyebut nama jajanannya. Di sini kamu dapat hitungan margin per produk, skenario kalau barang tidak laku, dan contoh nota titip yang bisa langsung kamu pakai. Semua angka adalah contoh ilustrasi dengan asumsi kami, bukan data pasar. Aturan halal dicek pada 25 Oktober 2026.
Ciri jualan yang cocok dititip di warung
Barang titipan duduk di rak tanpa kamu jaga. Karena itu produknya harus tahan sendirian.
- Kering dan dikemas tertutup. Keripik, kerupuk, stik, kacang, dan peyek tidak cepat basi seperti gorengan atau kue basah.
- Ada tanggal produksi dan kedaluwarsa di label, supaya warung dan pembeli tahu kapan harus habis.
- Harga eceran pas di kantong. Rp5.000 sampai Rp10.000 per kemasan kecil lebih gampang laku di warung daripada kemasan besar.
- Bisa kamu ambil lagi. Barang yang tidak laku sebaiknya masih layak dijual ulang di warung lain.
- Tidak butuh kulkas. Warung kecil jarang punya tempat dingin untuk titipan orang.
Kalau kamu ingin ide dengan harga Rp1.000 per buah, baca ide jualan 1000an. Untuk pilihan menu yang lebih luas, lihat ide jualan makanan modal kecil.
5 ide jualan titip warung dan hitungan untungnya
Asumsinya: kamu setor ke warung dengan harga setor, lalu warung menjual ke pembeli dengan harga eceran. Selisih keduanya adalah bagian warung.
| Ide | HPP per kemasan | Harga setor | Harga eceran |
|---|---|---|---|
| Keripik singkong 100 g | Rp4.500 | Rp6.000 | Rp8.000 |
| Kacang bawang 100 g | Rp5.000 | Rp6.500 | Rp8.000 |
| Basreng kering 100 g | Rp6.500 | Rp8.500 | Rp10.000 |
| Stik bawang 80 g | Rp3.000 | Rp4.000 | Rp5.000 |
| Peyek kacang (3 keping) | Rp2.200 | Rp3.000 | Rp4.000 |
Dari tabel itu, untung dan bagian warung per kemasan adalah:
| Ide | Untungmu | Bagian warung | Persen bagian warung |
|---|---|---|---|
| Keripik singkong | Rp1.500 | Rp2.000 | 25% |
| Kacang bawang | Rp1.500 | Rp1.500 | 19% |
| Basreng kering | Rp2.000 | Rp1.500 | 15% |
| Stik bawang | Rp1.000 | Rp1.000 | 20% |
| Peyek kacang | Rp800 | Rp1.000 | 25% |
Rp8.500 - Rp6.500
Rp6.000 - Rp4.500
Rp6.500 - Rp5.000
Rp4.000 - Rp3.000
Rp3.000 - Rp2.200
Sumber: contoh ilustrasi dengan asumsi harga bahan dan bagian warung, bukan data pasar
Pelajarannya: produk yang kelihatan paling murah belum tentu paling cuan. Peyek hanya memberi Rp800 per kemasan, sedangkan basreng kering memberi Rp2.000 walau modalnya lebih besar. Ganti semua angka dengan harga bahan yang kamu bayar sendiri. Cara menyusun harga jual dibahas di cara menentukan harga jual.
Baca jugaIde Jualan 1000an Modal KecilHitungan HPP dan untung per buah untuk jajanan Rp1.000, termasuk perbandingan jual langsung dan titip warung.Contoh hitungan: ibu rumah tangga menitip keripik singkong
Ini hitungan angka, bukan kisah nyata seseorang. Bayangkan seorang ibu rumah tangga membuat 100 kemasan keripik singkong per minggu. Biaya produksinya 100 x Rp4.500 = Rp450.000. Ia menitip di beberapa warung dengan harga setor Rp6.000.
Titik impasnya adalah Rp450.000 dibagi Rp6.000, yaitu 75 kemasan. Kalau kurang dari 75 kemasan yang laku, ia rugi pada minggu itu.
| Skenario | Kemasan laku | Pemasukan | Hasil minggu itu |
|---|---|---|---|
| Semua laku | 100 | Rp600.000 | untung Rp150.000 |
| 70 laku, 30 retur dijual ulang minggu depan | 70 | Rp420.000 | untung Rp105.000 (stok retur terpakai lagi) |
| 70 laku, 30 retur terbuang | 70 | Rp420.000 | rugi Rp30.000 |
Skenario ketiga adalah alasan produk kering tahan lama lebih aman. Selisih antara untung Rp105.000 dan rugi Rp30.000 hanya ditentukan satu hal: apakah barang yang kembali masih bisa dijual.
Hitungan di atas juga belum memasukkan ongkos bensin keliling, waktu masak, dan kemasan yang rusak. Catat semuanya selama beberapa minggu. Untuk cara menghitung lebih lengkap, baca cara menghitung untung rugi usaha.
Cara menitip barang di warung, langkah demi langkah
Siapkan contoh dan harga
Bawa 3 sampai 5 kemasan contoh yang sudah berlabel, lengkap dengan harga setor dan harga eceran yang kamu usulkan.Pilih warung yang ramai
Mulai dari 2 sampai 3 warung dekat rumah, sekolah, atau tempat kerja. Warung yang sepi tidak akan menjual barangmu walau marginnya bagus.Sepakati sistem pembayaran
Ada dua cara: titip jual (dibayar setelah laku, sisa diambil lagi) atau putus (warung membeli langsung). Pilih titip jual dulu supaya warung berani mencoba.Catat di nota titip
Tulis tanggal, jumlah, harga setor, dan jadwal kamu kembali. Contoh nota ada di bagian berikut.Kunjungi sesuai jadwal
Datang tiap 3 sampai 7 hari, hitung sisa, ambil uang hasil penjualan, dan isi ulang rak.Evaluasi tiap dua minggu
Warung yang selalu habis diisi lebih banyak. Warung yang selalu bersisa dikurangi atau ditinggalkan.
Contoh nota titip
| Tanggal | Produk | Titip | Terjual | Retur | Harga setor | Dibayar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 Nov | Keripik singkong 100 g | 10 | - | - | Rp6.000 | - |
| 8 Nov | Keripik singkong 100 g | 10 | 7 | 3 | Rp6.000 | Rp42.000 |
Minta tanda tangan atau foto nota bersama pemilik warung. Buktinya sederhana, tapi mencegah selisih hitungan.
Cek sebelum menitip di warung
0/5Halal dan izin edar sebelum menitip
BPJPH menyatakan bahwa mulai 18 Oktober 2026 seluruh produk makanan dan minuman pelaku usaha mikro dan kecil wajib sudah bersertifikat halal. Jadi keripik atau kacang buatan rumah yang kamu titip di warung juga masuk. Syarat dan cara daftar yang berlaku ada di bpjph.halal.go.id, dan aturan teknisnya bisa berubah.
Untuk makanan kemasan, tanyakan juga ke Dinas Kesehatan kabupaten atau kota setempat soal izin edar yang cocok untuk produkmu. Jenis izin bergantung pada produk dan cara pembuatannya, jadi konfirmasi ke instansi, bukan ke satu blog saja. Identitas usahanya bisa kamu urus lewat NIB untuk UMKM, dan gambaran izin makanan rumahan ada di ide usaha makanan.
Kalau titipanmu tidak laku
Jika tidak berhasil
Barang menumpuk dan tidak laku di satu warung
Kemungkinan penyebab: Warung sepi, rak tersembunyi, atau harga eceran terlalu tinggi dibanding sekitar
Solusi: Minta barang dipajang di dekat kasir, turunkan harga eceran sedikit, atau pindahkan stok ke warung yang lebih ramai.
Uang hasil penjualan telat dibayar
Kemungkinan penyebab: Tidak ada jadwal dan nota yang jelas
Solusi: Sepakati jadwal kunjungan, bawa nota, dan hentikan titipan baru sampai pembayaran lama beres.
Jumlah di rak tidak cocok dengan catatan
Kemungkinan penyebab: Barang hilang, rusak, atau salah hitung
Solusi: Hitung bersama pemilik warung tiap kunjungan, tandatangani nota, dan kurangi jumlah titipan di warung yang sering selisih.
Kemasan melempem atau melunak
Kemungkinan penyebab: Kemasan kurang rapat atau disimpan di tempat lembap
Solusi: Pakai plastik tebal yang direkatkan rapat, tambahkan label tanggal, dan ambil kembali barang yang sudah terlalu lama di rak.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Makanan apa yang bisa dititipkan di warung? Makanan kering dan dikemas tertutup lebih cocok, seperti keripik, kerupuk, stik, kacang, dan peyek. Makanan basah atau berkuah sulit karena cepat basi.
Jual makanan apa yang cepat laku? Camilan murah yang dibeli berulang, seperti keripik kemasan kecil, biasanya cepat berputar. Cepat laku belum tentu untung besar, jadi hitung dulu untung per kemasan.
Apa saja snack yang paling laris? Tidak ada daftar tunggal yang berlaku di semua tempat. Amati apa yang dibeli di warung sekitarmu dan uji dengan stok kecil dulu.
Berapa bagian untuk warung? Tidak ada angka baku. Pada contoh di artikel ini, bagian warung 15% sampai 25% dari harga eceran. Nego dan sepakati sebelum menitip.
Baca juga
- Ide Jualan 1000an Modal Kecil
- Ide Jualan Makanan Modal Kecil
- Harga Jual dan Margin yang Sederhana
- Ide Nama Usaha Cemilan
- Kategori Ide Usaha
Sumber



