Jawaban singkat
Poin penting
- Pilih menu dari hitungan, bukan dari tren: bandingkan modal per porsi (HPP), harga jual, dan margin.
- Margin persen tinggi pada jajanan murah butuh puluhan porsi per hari, sedangkan menu Rp15.000 ke atas butuh jauh lebih sedikit porsi.
- Mulai dari satu batch kecil, catat penjualan seminggu, baru naikkan jumlah produksi.
- Angka di artikel ini adalah contoh hitungan. Ganti dengan harga bahan di pasar atau toko tempatmu.
Artikel ini membantu kamu memilih menu makanan berdasarkan hitungan modal, harga jual, dan jumlah porsi yang harus terjual, lengkap dengan rumus yang bisa kamu pakai sendiri.
Ide jualan makanan modal kecil dan hitungan marginnya
Banyak daftar ide jualan makanan berhenti di nama menu. Padahal yang menentukan kamu untung atau tidak adalah angka di belakangnya. Tabel berikut memakai harga bahan perkiraan yang sengaja dibuat sederhana, supaya kamu bisa menggantinya dengan harga di tempatmu.
| Menu | HPP per porsi | Harga jual | Margin kotor |
|---|---|---|---|
| Es teh jumbo | Rp1.800 | Rp5.000 | Rp3.200 (64%) |
| Gorengan (pisang, tempe, tahu) | Rp600 | Rp1.500 | Rp900 (60%) |
| Telur gulung | Rp1.200 | Rp3.000 | Rp1.800 (60%) |
| Rice bowl ayam | Rp9.500 | Rp17.000 | Rp7.500 (44%) |
| Dimsum frozen isi 4 | Rp9.000 | Rp18.000 | Rp9.000 (50%) |
| Keripik pisang 100 gram | Rp5.500 | Rp10.000 | Rp4.500 (45%) |
HPP (harga pokok penjualan) adalah semua biaya bahan dan kemasan untuk satu porsi: bahan utama, bumbu, minyak, gas yang terpakai, plastik atau box, sampai stiker. Margin kotor adalah harga jual dikurangi HPP.
Menu mana yang paling cepat mencapai target laba?
Di sinilah banyak pemula salah pilih. Margin 64% pada es teh terdengar bagus, tetapi labanya cuma Rp3.200 per gelas. Untuk target laba Rp1.500.000 per bulan dengan biaya tetap Rp100.000 (gas, promosi, ongkos kecil), jumlah porsi yang harus terjual sangat berbeda.
Rumusnya: porsi per bulan = (target laba + biaya tetap) ÷ margin kotor per porsi. Dibagi 26 hari jualan untuk mendapat angka per hari.
| Menu | Modal batch pertama | Porsi per hari untuk laba Rp1,5 juta |
|---|---|---|
| Telur gulung (40 tusuk) | Rp48.000 | sekitar 34 |
| Gorengan (100 buah) | Rp60.000 | sekitar 69 |
| Es teh jumbo (50 gelas) | Rp90.000 | sekitar 20 |
| Keripik pisang (30 pack) | Rp165.000 | sekitar 14 |
| Dimsum frozen (20 pack) | Rp180.000 | sekitar 7 |
| Rice bowl ayam (20 porsi) | Rp190.000 | sekitar 8 |
margin Rp900
margin Rp1.800
margin Rp3.200
margin Rp4.500
margin Rp7.500
margin Rp9.000
Sumber: contoh ilustrasi, dihitung dari tabel di atas
Dua hal yang terlihat dari angka itu:
- Jajanan murah butuh keramaian. Menjual 69 gorengan sehari masuk akal di depan sekolah atau pasar, tapi berat dari rumah lewat pesan online.
- Menu Rp15.000 ke atas butuh sedikit pembeli, tetapi modal batch lebih besar dan stok harus habis supaya tidak terbuang. Dimsum frozen punya keuntungan: tahan disimpan, jadi risiko basi lebih kecil.
Angka ini belum menghitung waktu kerjamu sendiri. Kalau satu hari kamu butuh empat jam memasak untuk 69 gorengan, tanyakan apakah itu sepadan.
Cara menentukan harga jual dari modal
Jangan menyalin harga tetangga. Tentukan margin yang kamu butuhkan, lalu hitung mundur.
Harga jual = HPP ÷ (1 − margin yang diinginkan)
Contoh rice bowl dengan HPP Rp9.500 dan target margin 45%: 9.500 ÷ 0,55 = Rp17.272. Kamu bisa membulatkan jadi Rp17.000 atau Rp17.500, lalu lihat apakah pembeli di sekitarmu masih mau membayar.
Hitung HPP satu porsi
Jumlahkan bahan, kemasan, dan bagian gas atau listrik. Timbang bahan, jangan pakai perkiraan.Tentukan margin target
Jajanan murah biasanya 55–65%, menu makan 40–50%. Pakai tabel di atas sebagai patokan awal.Hitung harga jual
Pakai rumus di atas, lalu bulatkan ke harga yang mudah dibayar tunai atau QRIS.Uji seminggu
Jual satu batch kecil. Catat berapa laku, berapa sisa, dan keluhan pembeli.Revisi
Kalau sisa banyak, turunkan porsi produksi atau cari tempat jual yang lebih ramai sebelum menurunkan harga.
Sebelum belanja bahan batch pertama
0/5Biaya yang sering lupa dihitung
HPP yang terlalu rendah adalah penyebab umum usaha makanan terlihat untung di kertas tapi uangnya tidak bertambah. Cek hal-hal berikut:
- Sisa dan produk gagal. Sisihkan 5–10% bahan sebagai cadangan untuk gagal masak atau tidak laku.
- Gas, minyak, dan listrik. Dihitung per batch, bukan abaikan karena "sudah ada di rumah".
- Ongkos kirim dan komisi aplikasi. Kalau kamu jual lewat aplikasi pesan-antar, potongan komisinya berbeda tiap platform. Baca ketentuan di aplikasi mitra sebelum menentukan harga.
- Waktu belanja dan memasak. Minimal tulis jamnya, supaya kamu tahu upah per jam yang sebenarnya.
- Uang pribadi dan uang usaha. Pisahkan sejak awal, lihat cara memisahkan uang pribadi dan usaha.
Izin dan pajak: yang perlu kamu tahu sejak awal
Usaha makanan skala rumahan tidak berarti bebas aturan. Tiga hal ini perlu kamu cek:
- Sertifikat halal. Per Oktober 2026, kewajiban halal untuk produk makanan dan minuman usaha mikro dan kecil mulai berlaku bertahap. BPJPH menyiapkan jalur yang lebih mudah untuk pelaku usaha kecil. Cek ketentuan terbaru dan caranya di bpjph.halal.go.id.
- NIB dan izin edar. Untuk produk kemasan, tanyakan ke dinas setempat soal izin yang berlaku, misalnya PIRT. Panduan umumnya ada di cara membuka usaha legal di Indonesia.
- Pajak. Menurut Direktorat Jenderal Pajak, bagian omzet sampai Rp500 juta per tahun tidak dikenai PPh bagi wajib pajak orang pribadi yang memakai skema PPh final UMKM dan memenuhi ketentuan. Tarif 0,5% hanya dihitung untuk omzet di atas Rp500 juta. Untuk kasus spesifikmu, cek langsung ke pajak.go.id atau kantor pajak.
Kapan sebaiknya tidak jualan makanan dulu
Jualan makanan tidak cocok untuk semua orang. Tunda atau ubah rencana kalau:
- kamu belum punya tempat atau jalur menjual, hanya punya ide menu;
- modal yang akan dipakai adalah uang yang harus dibayarkan bulan ini;
- kamu tidak bisa menerima kemungkinan stok tidak laku di minggu pertama;
- produk butuh pendingin atau penyimpanan khusus tapi kamu belum punya.
Kalau modalmu sangat terbatas, lihat dulu usaha modal 100 ribu. Untuk menu minuman saja, baca ide usaha minuman kekinian. Cara membaca laba rugi setelah beberapa minggu ada di menghitung untung rugi usaha.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Jual makanan apa yang modal kecil untung besar?
Tidak ada menu yang pasti untung besar. Menu yang HPP-nya murah dan mudah dijual ulang, seperti es teh, gorengan, atau telur gulung, punya margin persen tinggi tetapi butuh penjualan banyak. Hitung dengan rumus di atas sebelum memilih.
Jual apa yang tidak ada matinya?
Makanan dan minuman kebutuhan harian punya permintaan yang stabil, tetapi persaingannya juga ketat. "Tidak ada matinya" bergantung pada lokasi, harga, dan konsistensi rasa, jadi tes dulu di lingkungan terdekat.
Jual makanan apa yang paling laris?
Tidak ada daftar tunggal yang berlaku di semua tempat. Yang laris di depan kampus berbeda dari di kompleks perumahan. Lihat apa yang selalu ramai di sekitarmu, lalu buat versi dengan keunggulan jelas: lebih besar, lebih murah, atau lebih praktis.
Modal 100 ribu bisa jualan apa?
Jajanan dengan modal batch rendah seperti telur gulung (sekitar Rp48.000 pada hitungan contoh) atau gorengan (sekitar Rp60.000) masih masuk. Ide lengkapnya ada di usaha modal 100 ribu.
Baca juga
Sumber
- Direktorat Jenderal Pajak: Omzet Rp500 Juta Pertama, Pajak yang Tidak Dipungut · diakses 19 Oktober 2026
- BPJPH: informasi kewajiban sertifikasi halal · diakses 19 Oktober 2026



