Jawaban singkat
Poin penting
- Jajanan kekinian laku karena viral, tetapi tren bisa surut dalam hitungan minggu. Yang kamu kejar adalah modal balik cepat, bukan menu yang paling ramai dibicarakan.
- Pada contoh ilustrasi di bawah, untung kotor per porsi berkisar Rp2.400 sampai Rp11.000, dan modal awal sekitar Rp150.000 sampai Rp550.000.
- Uji dulu 14 hari dengan produksi kecil sebelum membeli alat besar atau menyewa tempat.
- Sejak 18 Oktober 2026, makanan dan minuman usaha mikro dan kecil wajib bersertifikat halal (BPJPH).
Banyak daftar ide jualan kekinian berhenti di nama menunya. Artikel ini menambahkan hitungan HPP, untung per porsi, dan berapa porsi yang harus terjual supaya modal kembali. Kalau kamu hanya butuh daftar menu murah dengan banyak variasi, lihat juga ide jualan makanan modal kecil.
Apa yang membuat jualan kekinian berbeda dari jualan biasa
Jualan kekinian artinya menjual makanan atau minuman yang sedang ramai dibicarakan di TikTok, Instagram, atau di sekitarmu. Pembeli penasaran, jadi gampang mencoba. Tetapi rasa penasaran itu tidak bertahan lama.
Ada tiga hal yang perlu kamu sadari sebelum mulai:
- Umur tren tidak bisa ditebak. Satu menu bisa ramai berbulan-bulan, atau cuma beberapa minggu. Jangan mengandalkan satu menu saja.
- Pesaing cepat bertambah. Menu yang sedang ramai biasanya ditiru banyak penjual di sekitarmu, sehingga harga ikut tertekan.
- Yang tersisa setelah tren lewat adalah alatmu. Karena itu, makin kecil modal alat, makin kecil risikomu.
Perbandingan 6 ide jualan kekinian: HPP dan untung per porsi
Angka di bawah adalah contoh ilustrasi dengan asumsi kami, bukan data harga pasar. Harga bahan berbeda di tiap kota dan berubah tiap waktu. Ganti angkanya dengan harga yang kamu bayar sendiri di pasar atau toko grosir.
| Ide | HPP per porsi | Harga jual | Untung per porsi |
|---|---|---|---|
| Es kopi susu gelas | Rp6.500 | Rp15.000 | Rp8.500 |
| Dimsum mentai (4 buah) | Rp4.800 | Rp12.000 | Rp7.200 |
| Mochi isi (per buah) | Rp2.500 | Rp6.000 | Rp3.500 |
| Risol mayo (per buah) | Rp2.600 | Rp5.000 | Rp2.400 |
| Croffle | Rp7.000 | Rp18.000 | Rp11.000 |
| Es teh jumbo atau boba | Rp3.000 | Rp8.000 | Rp5.000 |
HPP di sini sudah memasukkan bahan, kemasan, dan bahan bakar atau listrik. Belum termasuk sewa tempat, ongkos kirim, potongan aplikasi ojek online, dan waktumu.
Rumus dasarnya sama dengan jualan lain: untung per porsi = harga jual dikurangi HPP. Cara menentukan harga jual dari modal dibahas di cara menentukan harga jual dan harga jual dan margin yang sederhana.
Berapa lama modal kembali? Uji tren dengan angka
Ini bagian yang jarang ada di daftar ide jualan: menghitung berapa porsi dan berapa hari sampai modal awal kembali. Semakin cepat, semakin kecil risikomu kalau tren ternyata cepat surut.
Modal awal pada contoh ini mencakup alat sederhana dan stok bahan pertama. Jumlah hari dihitung dengan asumsi 10 porsi terjual per hari.
| Ide | Modal awal | Porsi sampai balik modal | Hari (10 porsi/hari) |
|---|---|---|---|
| Mochi isi | Rp150.000 | 43 | 5 |
| Es kopi susu gelas | Rp300.000 | 36 | 4 |
| Risol mayo | Rp200.000 | 84 | 9 |
| Dimsum mentai | Rp350.000 | 49 | 5 |
| Es teh jumbo atau boba | Rp400.000 | 80 | 8 |
| Croffle | Rp550.000 | 50 | 5 |
Rumusnya: modal awal dibagi untung per porsi, dibulatkan ke atas. Misalnya croffle: Rp550.000 dibagi Rp11.000 = 50 porsi.
Sekarang bayangkan tren hanya bertahan 4 minggu (28 hari) dan kamu menjual 10 porsi per hari, atau 280 porsi. Berapa sisa untung kotor setelah modal awal kembali?
280 x Rp11.000 - Rp550.000
280 x Rp8.500 - Rp300.000
280 x Rp7.200 - Rp350.000
280 x Rp5.000 - Rp400.000
280 x Rp3.500 - Rp150.000
280 x Rp2.400 - Rp200.000
Sumber: contoh ilustrasi dengan asumsi harga bahan, bukan data pasar
Dua hal yang bisa kamu baca dari grafik:
- Menu dengan untung per porsi besar tidak otomatis lebih aman. Croffle butuh modal alat paling besar, jadi kalau penjualan di bawah 10 porsi per hari, balik modalnya tertunda.
- Risol mayo punya untung paling tipis per porsi, tetapi modalnya kecil dan alatnya hanya kompor dan wajan.
"Untung kotor" di sini belum dikurangi waktu kerjamu. Kalau produksi dan jualan memakan 3 jam sehari, hitung juga untung per jam sebelum memutuskan lanjut.
Baca jugaIde Jualan Makanan Modal KecilBandingkan dengan pilihan menu lain yang tidak bergantung pada tren, lengkap dengan hitungan modalnya.Cara menguji ide jualan kekinian selama 14 hari
Jangan beli alat atau stok besar sebelum ada pembeli nyata. Pakai 14 hari sebagai masa uji.
Pilih satu menu, bukan tiga
Mulai dari menu yang alatnya sudah kamu punya atau murah. Satu menu membuat HPP dan rasa lebih mudah dikontrol.Hitung HPP dengan harga bahan yang kamu bayar
Pakai tabel di atas sebagai kerangka, lalu isi dengan angka belanjamu sendiri.Produksi 20 sampai 30 porsi per hari
Cukup untuk teman, tetangga, dan satu titik jual. Catat berapa yang laku dan berapa yang sisa setiap hari.Minta tanggapan 10 pembeli pertama
Tanya rasa, porsi, dan harga. Perbaiki satu hal saja per minggu supaya kamu tahu mana yang berpengaruh.Putuskan di hari ke-14
Kalau rata-rata terjual di atas jumlah balik modal per hari dan sisa produksi sedikit, tambah produksi perlahan. Kalau tidak, ganti menu sebelum menambah modal.
Jual lewat mana: sekitar rumah, market day, atau aplikasi pesan antar
Tiap jalur punya biaya sendiri, jadi untung per porsi berubah.
- Sekitar rumah atau kantor: biaya paling kecil dan paling cocok untuk masa uji.
- Market day dan bazar: pembeli banyak sekaligus, tetapi ada biaya stan. Hitung dulu, lihat ide jualan market day.
- Aplikasi pesan antar makanan: menjangkau lebih luas, namun ada potongan komisi. Cek persentase terbaru di aplikasi yang kamu pakai, lalu hitung ulang untung per porsi. Panduan membuka toko ada di cara daftar jualan di ShopeeFood.
Cek sebelum mulai jualan kekinian
0/5Halal dan izin: jangan lewatkan sejak Oktober 2026
BPJPH menyatakan bahwa mulai 18 Oktober 2026 seluruh produk makanan dan minuman pelaku usaha mikro dan kecil wajib sudah bersertifikat halal. Jadi dimsum, mochi, kopi susu, dan menu lain yang kamu jual juga masuk, termasuk kalau kamu menjualnya dari rumah.
Untuk syarat, kuota, dan cara daftar yang berlaku sekarang, cek langsung di bpjph.halal.go.id karena aturan teknisnya bisa berubah. Untuk identitas usaha, baca NIB untuk UMKM. Jenis izin edar yang cocok untuk produk kemasan (misalnya PIRT atau BPOM) dibahas di ide usaha makanan rumahan, dan konfirmasi ke Dinas Kesehatan setempat sebelum menjual dalam jumlah besar.
Kalau jualan belum laku
Jika tidak berhasil
Ramai di awal, lalu sepi
Kemungkinan penyebab: Pembeli hanya penasaran, atau sudah banyak penjual dengan menu serupa di sekitarmu
Solusi: Jangan menambah stok. Tambahkan satu varian atau topping yang berbeda, uji ke 10 pembeli, dan siapkan menu pengganti dengan alat yang sama.
Laku, tetapi untung terasa tipis
Kemungkinan penyebab: Kemasan, bahan bakar, atau komisi aplikasi belum masuk HPP
Solusi: Hitung ulang semua biaya per porsi, lalu bandingkan dengan tabel HPP di atas.
Banyak sisa tiap hari
Kemungkinan penyebab: Produksi terlalu banyak dibanding pembeli di lokasimu
Solusi: Kurangi produksi separuh, catat penjualan selama 14 hari, lalu naikkan perlahan.
Harga bahan naik
Kemungkinan penyebab: Harga jual sudah dikenal pembeli dan sulit dinaikkan
Solusi: Kecilkan porsi sedikit, cari pemasok lain, atau jual paket dengan hitungan margin yang jelas.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa saja makanan yang mudah dibuat untuk dijual? Mochi isi, risol mayo, dimsum, dan es teh atau kopi susu termasuk yang prosesnya sederhana. Mulailah dari yang alatnya sudah kamu punya.
Makanan apa yang paling laris? Tidak ada satu jawaban untuk semua kota. Yang paling laris adalah yang dibeli berulang di lokasimu, jadi uji dulu selama 14 hari dan lihat angka penjualannya.
Apa yang bisa dijual cepat laku? Menu murah yang dibeli berulang, seperti minuman dingin dan jajanan kecil, biasanya cepat berputar. Cepat laku belum tentu untung besar, jadi cek HPP-nya.
Berapa modal awal jualan kekinian? Pada contoh ilustrasi di atas, sekitar Rp150.000 sampai Rp550.000 untuk satu menu. Angka nyata bergantung pada harga bahan dan alat yang sudah kamu punya.
Apakah jualan kekinian perlu sertifikat halal? Ya. BPJPH menyatakan makanan dan minuman usaha mikro dan kecil wajib bersertifikat halal sejak 18 Oktober 2026. Cek syarat dan cara daftar di bpjph.halal.go.id.
Baca juga
- Ide Jualan Makanan Modal Kecil
- Ide Usaha Minuman Kekinian
- Ide Jualan 1000an Modal Kecil yang Laris
- Cara Menghitung Untung Rugi Usaha
- Kategori Ide Usaha
Sumber



