Kembali ke Blog
Ide Usaha 5 min baca

Ide Jualan Barang Aesthetic: Hitungan Modal dan Untung

T

Tim Redaksi Cara Menghasilkan Uang

Penulis di Cara Menghasilkan Uang.

Ilustrasi artikel: Ide Jualan Barang Aesthetic

Jawaban singkat

Ide jualan barang aesthetic yang modalnya kecil: stiker, scrunchie, gantungan kunci, jurnal mini, lilin kecil, dan tote bag. Pada contoh hitungan di bawah, modal awal sekitar Rp200.000 sampai Rp600.000 dan modal kembali setelah 24 sampai 34 barang terjual. Angkanya ilustrasi, jadi ganti dengan harga yang kamu bayar sendiri.

Poin penting

  • Barang aesthetic laku karena tampilannya, bukan karena fungsinya. Foto dan kemasan sama pentingnya dengan produk.
  • Pada contoh ilustrasi, untung kotor per barang berkisar Rp6.500 sampai Rp22.000, dan modal awal Rp200.000 sampai Rp600.000.
  • Pilih satu gaya (misalnya pastel, vintage, atau minimalis) supaya tokomu terlihat konsisten, lalu uji 14 hari sebelum menambah stok.
  • Usaha dengan omzet kecil pun punya kewajiban pajak. DJP mengatur PPh final UMKM sebesar 0,5% dari omzet.

Kebanyakan daftar ide jualan aesthetic berhenti di nama produk dan foto inspirasi. Artikel ini menambahkan hal yang jarang ada: HPP, untung per barang, dan berapa barang yang harus terjual supaya modal kembali. Kalau kamu mencari ide yang lebih umum, lihat ide produk jualan online.

Apa yang membuat barang disebut aesthetic

Aesthetic berarti barang itu enak dilihat dan cocok difoto: warna senada, desain rapi, dan kemasan yang menarik. Pembelinya biasanya pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda yang suka mengisi meja belajar, tas, atau kamar dengan barang bernuansa sama.

Tiga hal yang perlu kamu sadari sebelum mulai:

  • Gaya cepat berganti. Warna dan desain yang ramai hari ini bisa terasa lawas dalam beberapa bulan. Jangan menumpuk stok satu desain.
  • Pesaing mudah masuk. Barang aesthetic umumnya mudah dibuat atau dibeli grosir, jadi yang membedakan adalah gaya tokomu dan kualitas fotonya.
  • Barang kecil punya ongkos kirim yang terasa. Untuk barang murah, ongkir dan biaya admin marketplace bisa memakan sebagian besar untung.

Perbandingan 6 ide jualan aesthetic: HPP dan untung per barang

Angka di bawah adalah contoh ilustrasi dengan asumsi kami, bukan data harga pasar. Harga bahan atau grosir berbeda di tiap kota dan berubah tiap waktu. Ganti angkanya dengan harga yang kamu bayar sendiri.

IdeHPP per barangHarga jualUntung per barang
Stiker lembaranRp3.500Rp10.000Rp6.500
Scrunchie kainRp4.000Rp12.000Rp8.000
Gantungan kunciRp6.000Rp15.000Rp9.000
Jurnal mini bundel stikerRp9.000Rp25.000Rp16.000
Lilin kecilRp14.000Rp35.000Rp21.000
Tote bag sablonRp18.000Rp40.000Rp22.000

HPP di sini sudah memasukkan bahan, ongkos produksi atau harga grosir, dan kemasan sederhana. Belum termasuk ongkir, biaya admin marketplace, iklan, dan waktumu. Biaya marketplace dibahas di biaya admin Shopee.

Rumus dasarnya: untung per barang = harga jual dikurangi HPP. Cara menentukan harga dari modal ada di cara menentukan harga jual dan harga jual dan margin yang sederhana.

Berapa barang sampai modal kembali

Daftar ide jarang menjawab pertanyaan paling penting: berapa barang yang harus laku supaya modalku kembali? Semakin sedikit, semakin kecil risikomu kalau gaya yang kamu pilih ternyata sepi.

Modal awal pada contoh ini mencakup stok pertama, kemasan, dan alat sederhana.

IdeModal awalBarang sampai balik modalPerhitungan
Stiker lembaranRp200.00031Rp200.000 / Rp6.500
Scrunchie kainRp250.00032Rp250.000 / Rp8.000
Gantungan kunciRp300.00034Rp300.000 / Rp9.000
Jurnal mini bundel stikerRp400.00025Rp400.000 / Rp16.000
Lilin kecilRp500.00024Rp500.000 / Rp21.000
Tote bag sablonRp600.00028Rp600.000 / Rp22.000

Hasil pembagian dibulatkan ke atas. Sekarang bayangkan dalam 4 minggu kamu berhasil menjual 100 barang. Berapa sisa untung kotor setelah modal awal kembali?

Sisa untung kotor setelah modal kembali, jika 100 barang terjual dalam 4 minggu (contoh ilustrasi)
Tote bag sablonRp 1.600.000

100 x Rp22.000 - Rp600.000

Lilin kecilRp 1.600.000

100 x Rp21.000 - Rp500.000

Jurnal miniRp 1.200.000

100 x Rp16.000 - Rp400.000

Gantungan kunciRp 600.000

100 x Rp9.000 - Rp300.000

ScrunchieRp 550.000

100 x Rp8.000 - Rp250.000

Stiker lembaranRp 450.000

100 x Rp6.500 - Rp200.000

Sumber: contoh ilustrasi dengan asumsi harga bahan, bukan data pasar

Dua hal yang bisa kamu baca dari grafik:

  • Barang dengan untung per unit besar butuh modal lebih besar, tetapi balik modalnya justru tercepat (lilin 24 barang, jurnal 25 barang).
  • Stiker dan scrunchie modalnya paling ringan, tetapi untungnya tipis. Mereka cocok untuk menguji selera pasar sebelum menambah produk lain.

Angka ini untung kotor. Kalau produksi, foto, dan balas chat menghabiskan 3 jam sehari, hitung juga untung per jam sebelum memutuskan lanjut.

Baca jugaIde Jualan Kekinian yang LakuKalau kamu lebih tertarik jualan makanan dan minuman, bandingkan hitungan HPP dan balik modalnya di sini.

Cara memilih barang aesthetic yang cocok untukmu

  1. Tentukan satu gaya

    Pilih satu nuansa (pastel, vintage, minimalis) dan bangun semua foto dan kemasan di sekitarnya. Kesan konsisten membuat pembeli mengingat tokomu.
  2. Cek siapa pembelinya

    Tanyakan ke diri sendiri: siapa yang akan membeli, dan di mana mereka mencari? Lihat panduan menentukan target pasar.
  3. Hitung HPP dengan harga nyata

    Minta harga ke 2 sampai 3 pemasok atau toko grosir. Catat bahan, kemasan, dan ongkos kirim bahan ke tempatmu.
  4. Buat foto yang konsisten

    Latar polos, cahaya jendela, dan sudut yang sama untuk semua produk. Caranya ada di foto produk UMKM dengan HP.
  5. Uji 14 hari dengan stok kecil

    Produksi atau beli sedikit dulu. Tambah stok hanya untuk desain yang sudah laku.

Cek sebelum beli stok pertama

0/5

Di mana menjual dan apa yang perlu kamu urus

Untuk pemula, mulai dari marketplace yang sudah punya pembeli. Panduan membuka toko ada di cara jualan di Shopee lewat HP. Kamu juga bisa mencoba bazar sekolah atau kampus, lihat ide jualan market day.

Soal pajak, Direktorat Jenderal Pajak mengatur PPh final UMKM sebesar 0,5% dari omzet. Syarat, batas omzet, dan cara menghitungnya ada di halaman resmi DJP, jadi cek langsung sebelum omzetmu naik. Jangan mengandalkan angka dari artikel mana pun, termasuk ini.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Jual apa yang gampang laris? Barang murah yang dibeli berulang dan mudah difoto, seperti stiker dan aksesori kecil. Gampang laris belum tentu untung besar, jadi cek HPP-nya.

Jual barang apa yang cepat laku? Barang dengan harga terjangkau untuk pelajar dan mahasiswa biasanya berputar cepat. Uji 14 hari dengan stok kecil untuk membuktikannya di tokomu.

Berapa modal awal jualan barang aesthetic? Pada contoh ilustrasi di atas, sekitar Rp200.000 sampai Rp600.000 untuk satu produk. Angka nyata bergantung pada harga bahan atau grosir yang kamu dapat.

Apakah jualan online kecil kena pajak? Ada aturan PPh final UMKM sebesar 0,5% dari omzet. Cek syarat dan batasnya di pajak.go.id.

Baca juga

Sumber

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari riset dan sumber resmi yang ditautkan, lalu diperiksa oleh Tim Redaksi Cara Menghasilkan Uang sebelum terbit.

ide jualan aestheticbarang aestheticjualan modal kecilhppbalik modalide usaha pelajar

Dapatkan Tips Menghasilkan Uang Gratis

Satu email ringkas: panduan baru, cara menambah penghasilan, dan tips mengatur uang. Gratis, bisa berhenti kapan saja.