Jawaban singkat
Artikel ini menjawab dua hal yang sering dicari: cara menyebut QRIS dengan benar, dan cara membaca stiker QRIS supaya kamu tidak salah bayar. Informasi dicek ke halaman Bank Indonesia dan pemberitaan resmi pada 20 Oktober 2026.
Cara baca QRIS yang benar
QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Di halaman QRIS-nya, Bank Indonesia menulis singkatan itu dengan keterangan dibaca "Kris". Jadi bukan "kyuris", "kiris", atau mengeja huruf satu per satu.
Cara baca tidak memengaruhi cara kerjanya. Yang lebih penting untuk dompetmu adalah membaca isi stikernya, di bagian berikut.
Apa saja yang ada di stiker QRIS?
Desain stiker bisa berbeda antar-penyedia jasa pembayaran (PJP), jadi anggap gambar di bawah sebagai skema. Bank Indonesia menyebut ciri QRIS resmi yang perlu kamu perhatikan: logo QRIS, NMID, dan kesesuaian nama penerima di aplikasi pembayaran.
SkemaTampilan Stiker QRIS yang disederhanakan
| Bagian | Fungsinya buatmu |
|---|---|
| Logo QRIS | Tanda bahwa kode ini mengikuti standar QR pembayaran Bank Indonesia |
| Nama merchant | Pembanding: nama ini harus sama dengan nama penerima yang muncul di aplikasimu |
| NMID | Nomor identitas merchant nasional. Berguna saat melapor atau menanyakan transaksi ke PJP |
| Kode QR | Satu kode bisa dibayar dari aplikasi bank atau e-wallet mana pun |
Satu catatan jujur: Bank Indonesia tidak menyediakan aplikasi publik untuk "memeriksa" NMID di stiker. Pengecekan yang bisa kamu lakukan sendiri adalah mencocokkan nama di layar, seperti langkah berikut.
Langkah cek stiker QRIS sebelum bayar
Lihat stikernya
Pastikan ada logo QRIS dan stiker tidak tampak ditempel menimpa stiker lain. Bank Indonesia mengimbau pemilik usaha memeriksa kodenya secara berkala karena pelaku biasa menempelkan kode palsu di atas yang asli.Scan lewat aplikasi resmi
Buka aplikasi mobile banking atau e-wallet berizin, pilih menu Scan atau Bayar, lalu arahkan kamera ke kode.Cocokkan nama penerima
Nama merchant di layar harus sama dengan nama toko di depanmu. Ini pengecekan paling penting.Cek nominal, lalu masukkan PIN
Pada QRIS statis kamu mengetik nominal sendiri, jadi baca ulang angkanya sebelum konfirmasi.Simpan bukti transaksi
Setelah berhasil, simpan notifikasi atau tangkapan layar. Bukti ini dibutuhkan kalau ada masalah.
Contoh hitungan: berapa risikonya kalau salah bayar?
Ini contoh rekaan untuk ilustrasi, bukan kasus nyata. Bayangkan kamu bayar makan siang Rp35.000 di warung. Tanpa memeriksa nama, kamu scan kode yang ternyata ditempel orang lain menimpa kode asli.
| Situasi | Uang yang pindah | Bisa kamu cegah? |
|---|---|---|
| Nama penerima dicek, tidak cocok, bayar dibatalkan | Rp0 | Ya, butuh sekitar 5 detik |
| Nama tidak dicek, nominal Rp35.000 | Rp35.000 ke rekening orang lain | Tidak, setelah PIN dimasukkan |
| Nama tidak dicek, kotak amal atau tagihan Rp500.000 | Rp500.000 ke rekening orang lain | Tidak, setelah PIN dimasukkan |
tidak ada dana pindah
makan siang di warung
kotak amal atau tagihan
Sumber: contoh ilustrasi, bukan data kasus nyata
Dana yang sudah terkirim ke penerima yang salah tidak otomatis kembali. Karena itu pengecekan nama sebelum PIN jauh lebih murah daripada mengurus laporan sesudahnya.
Bedanya QRIS statis dan dinamis saat dibaca
Saat membaca QRIS, kamu akan bertemu dua bentuk. Cara cek namanya sama, tetapi titik rawannya berbeda.
| Jenis | Ciri | Yang harus kamu baca ulang |
|---|---|---|
| QRIS statis | Stiker tercetak di kasir atau meja | Nama penerima, lalu nominal yang kamu ketik sendiri |
| QRIS dinamis | Kode muncul di layar kasir atau aplikasi | Nama penerima, lalu cocokkan nominal dengan struk atau tagihan |
Pada kode statis, satu angka nol berlebih mengubah Rp15.000 menjadi Rp150.000. Pada kode dinamis, nominal sudah terisi, tetapi tetap bandingkan dengan tagihan.
Cek 10 detik sebelum scan
0/5Jika ada yang tidak beres
Jika tidak berhasil
Nama penerima di layar tidak cocok dengan nama toko
Kemungkinan penyebab: Kode palsu ditempel di atas kode asli, atau nama terdaftar memang berbeda dari nama toko
Solusi: Batalkan pembayaran dan tanyakan ke kasir. Kalau ragu, bayar tunai atau minta kode lain.
Kode QR tidak terbaca
Kemungkinan penyebab: Stiker buram, sobek, atau kamera kotor
Solusi: Bersihkan kamera dan atur jarak. Kalau tetap gagal, minta merchant menunjukkan kode lain.
Sudah terlanjur bayar ke penerima yang salah
Kemungkinan penyebab: Nama tidak dicek sebelum PIN
Solusi: Simpan bukti transaksi, segera hubungi call center aplikasi atau bank yang kamu pakai, dan laporkan ke Bank Indonesia di 131.
Kode ada di tempat umum seperti kotak amal
Kemungkinan penyebab: Tidak ada kasir yang bisa dikonfirmasi
Solusi: Tanya pengurus atau petugas, dan cocokkan nama penerima dengan nama lembaganya sebelum membayar.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Cara baca QRIS yang benar bagaimana?
Dibaca "Kris", sesuai tulisan Bank Indonesia di halaman QRIS-nya.
QRIS itu milik siapa?
Standar QRIS ditetapkan oleh Bank Indonesia dan dikembangkan bersama industri sistem pembayaran. Merchant mendapatkan kode QRIS lewat PJP yang berizin dari Bank Indonesia.
Apa itu NMID di stiker QRIS?
NMID adalah singkatan National Merchant ID, identitas merchant yang tercantum di stiker. Bank Indonesia menyebutnya sebagai salah satu ciri QRIS resmi bersama logo QRIS dan kesesuaian nama penerima.
Bagaimana cara mengecek QRIS palsu?
Scan lewat aplikasi resmi, cocokkan nama penerima dengan nama toko sebelum memasukkan PIN, dan waspada stiker yang menumpuk atau menempel menimpa stiker lain.
Baca juga
- QRIS vs Transfer Bank
- Limit Transaksi QRIS Terbaru
- Cara Buat QRIS untuk Usaha Kecil
- Panduan QRIS, E-Wallet, dan Pembayaran Digital
- Kategori Pembayaran Digital
Sumber
- Bank Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) · diakses 20 Oktober 2026
- Selular.ID, Bank Indonesia Ingatkan Waspada Modus QRIS Palsu · diakses 20 Oktober 2026
- Kontan, BI hingga bankir siapkan strategi cegah penipuan QRIS · diakses 20 Oktober 2026



